Kapolda Jabar, Irjen Pol Agung Budi Maryoto. Foto: Tribratanews

Kapolda Jabar: Tak Ada Opsi Tembak di Tempat Pelaku Begal Shanda Puti

Estimasi Baca:
Selasa, 4 Sep 2018 17:55:43 WIB

Kriminologi.id - Opsi tembak di tempat sempat mengemuka kala mahasiswi Politeknik STT Tekstil Bandung, Shanda Puti Denata (23) tewas usai menjadi korban begal di kawasan Jembatan Pasupati, Kota Bandung, Kamis, 30 Agustus 2018 dini hari. 

Shanda meninggal dunia setelah sebelumnya mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Santo Borromeus Bandung.

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto dengan tegas menepis opsi tersebut. 

"Tidak ada instruksi tembak di tempat," katanya usai mengikuti Senam Gemu Famire di Lapangan Manunggal Brigif 15 Kujang II Kebon Rumput Baros, Cimahi, Selasa, 4 September 2018.

Ia menjelaskan, polisi sudah terlatih dan mengetahui hakikat ancaman, sehingga kalau ancaman itu akan membahayakan tentu saja dilakukan tindakan secara bertahap.

"Mulai dari teguran, tangan kosong hingga penggunaan alat," ujar Agung.

Dok. Shanda Puti. Foto: Ist/Kriminologi.id
Dok. Shanda Puti. Foto: Ist/Kriminologi.id

Sebelumnya opsi tembak di tempat sempat ditanyakan kepada Penjabat Gubernur Jawa Barat M Iriawan. Terkait hal itu, ia menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian.

"Soal itu, tanya ke kepolisian saja ya, coba tanya Kapolda Jawa Barat," kata mantan kapolda Jawa Barat ini.

Shanda Puti Denata menjadi korban begal di kawasan Jembatan Pasupati, Kota Bandung, Kamis, 30 Agustus 2018 dini hari. Ia meninggal dunia setelah sebelumnya mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Santo Borromeus Bandung.

Shanda bersama temannya EA, ketika kejadian sedang dibonceng oleh temannya yang mengendarai sepeda motor dari arah Cihampelas lewati Jembatan Pasupati pada Kamis, sekitar pukul 03.30 WIB dini hari.

Saat itu, mereka hendak menuju kos-kosan rekannya di daerah Dipatiukur Kota Bandung. Sepeda motor Shanda dan temannya E dipepet oleh dua orang pengemudi sepeda motor lainnya. Dua orang tersebut mengambil tas hingga kemudian Shanda terjatuh ke jalan raya.

Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: RRI
KOMENTAR
500/500