AKBP M. Yusuf, polisi yang aniaya pencuri wanita di Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung. Foto: Ist/Kriminologi.id

Kapolri Marah Besar AKBP M Yusuf Tendang Ibu, Bukan Polisi Promoter

Estimasi Baca:
Jumat, 13 Jul 2018 13:25:08 WIB

Kriminologi.id - Terkait tindakan kekerasan main hakim sendiri yang dilakukan oleh Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) M Yusuf terhadap seorang ibu dan anaknya yang viral di media sosial, Kapolri Jenderal Tito Karnavian disebut marah besar. Hal itu diungkapkan Karopenmas Divhumas Mabes Polri, Brigjen Polisi Muhammad Iqbal. 

“Kapolri marah besar dan akan mencopot AKBP Y hari ini juga. AKBP Y tidak mencerminkan polisi yang Promoter (Profesional, Moderen dan Terpercaya),” kata Iqbal saat dikonfirmasi di Jakarta pada Jumat, 13 Juli 2018.

Semestinya, lanjut Iqbal, anggota yang tergabung dalam institusi kepolisian harus mencerminkan sikap mengayomi dan melindungi masyrakat. Prinsip demikian sudah ditanamkan dalam peraturan Polri. Karenanya, wajib bagi setiap anggota polisi untuk menanamkan prinsip seperti itu. 

“Promoter itu difokuskan pada 3 kebijakan utama, yang satunya perbaikan kultur, di mana anggota Polri saat ini harus menghilangkan arogansi kekuasaan, dan menekan kekerasan eksesif," ujarnya.

Jendral Polisi Tito Karnavian mengecam keras perbuatan yang dilakukan oleh AKBP M Yusuf. Karena tindakannya yang melanggar prinsip Promoter, maka hari ini juga, Jumat, 13 Juli 2018, Tito Karnavian telah memerintahkan Kapolda Babel untuk mencopot AKBP M Yusuf dari jabatannya.

“Yang dilakukan AKBP Y jelas bukan jiwa seorang polisi yang Promoter, sosok pelindung dan pengayom masyarakat. Kapolri marah sekali. Untuk itu Kapolri akan memerintahkan Kapolda Babel untuk mencopot yang bersangkutan hari ini juga. Yang bersangkutan salah satu Kasubdit di Direktorat Pamobvit," ujarnya.

AKBP M Yusuf diketahui menendang seorang ibu yang tertangkap mencuri di minimarket APRIMART miliknya di Pangkalpinang pada, Rabu, 11 Juli 2018. Tindakan main hakim sendiri itu pun viral di media sosial. Akibat aksinya itu, perwira menengah di Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung itu dicopot dari jabatannya

Adapun seorang ibu yang menjadi sasaran kemarahan AKBP M Yusuf yakni bernama Desy. Dia kepergok mengutil 3 kotak susu anak, 3 bungkus makanan ringan, dan 2 buah minuman di minimarket tersebut. Desy tertangkap tangan oleh AKBP M Yusuf dan pegawainya. Desy kemudian tidak mengakui perbuatannya yang membuat AKBP M Yusuf naik pitam lalu menendangnya.

Tak hanya ditendang, Desy juga dipukul menggunakan tangan, sandal, dan gagang keranjang. Akibat penganiayaan itu, warga Depok tersebut mengalami luka lebam di mata bagian kanan dan kiri.

Selain Desy, korban lainnya adalah Atmi yang juga mengalami penganiayaan. Ia dipukul dengan tangan dan sandal hingga mengakibatkan lebam di muka dan tangan. Sementara AR, anak laki-laki Desy yang masih berusia 12 tahun juga mengalami pemukulan hingga bibir bagian atas pecah.

Reporter: Walda Marison
Penulis: Tito Dirhantoro
KOMENTAR
500/500