Ilustrasi polisi melepaskan tembakan. Foto: Kriminologi.id

Kapolsek Tembak Anak Buah hingga Tewas Alami Syok, Diperiksa Propam

Estimasi Baca:
Jumat, 3 Ags 2018 15:50:56 WIB

Kriminologi.id - Kapolsek Siotapina Iptu Sutowo tak sengaja menembak anak buahnya Brigadir Sanusi hingga tewas saat melerai tawuran warga pada Selasa, 31 Juli 2018. Kepolisian mengatakan tak ada unsur kesengajaan dalam penembakan itu.

"Itu peluru nyasar. Tidak ada unsur kesengajaan di situ, tujuannya untuk mengamankan massa yang tawuran. Ini musibah," kata Kapolres Buton AKBP Andi Herman saat dihubungi, Jumat, 3 Agustus 2018.

Andi menambahkan, kasus peluru nyasar itu kini ditangani oleh Bagian Propam Polda Sulawesi Tenggara.

"Kapolsek saat ini masih berada di Polres Buton dan diperiksa oleh penyidik Polda Sultra," kata Andi.

Andi juga menuturkan, kondisi Iptu Suwoto saat ini dalam keadaan syok setelah mengetahui tembakan yang dilepaskannya untuk membubarkan warga yang tawuran malah mengenai anak buahnya hingga tewas.
 
Menurut Andi, polisi masih terus menyelidiki kasus ini termasuk memastikan posisi Iptu Suwoto saat melepaskan tembakan yang menyebabkan Brigadir Sanusi tewas.

Insiden peluru nyasar itu terjadi pada Selasa, 31 Juli 2018. Ketika itu terjadi tawuran antarwarga dari dua desa di Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton. 

Aparat Polsek Siotapina saat itu berupaya turun tangan mengamankan situasi. Kapolsek Iptu Suwoto pun ikut turun ke lokasi.

Saat kondisi tawuran mulai memanas dan massa terlihat mengamuk, Iptu Suwoto memutuskan untuk melepaskan tembakan peringatan.

Saat itu, entah apa sebabnya, ia terjatuh usai melepaskan tembakan.

"Kapolsek memberi tembakan peringatan hingga terjatuh dan lututnya berdarah. Telapak tangannya jatuh ke tanah dengan posisi memegang senjata," kata Andi.

Saat terjatuh itulah, kata Andi, Iptu Suwoto melihat salah satu anggotanya yaitu Brigadir Sanusi dalam keadaan jongkok dan bersimbah darah.

Ternyata, Brigadir Sanusi yang berjarak sekira 6 meter darinya itu bersimbah darah karena terkena peluru yang dilepaskan saat memberikan tembakan peringatan.

Setelah kejadian, Brigadir Sanusi langsung dilariakan ke Puskesmas Siotapina untuk mendapatkan perawatan medis, kemudian dirujuk ke RS Pasarwajo. Namun nyawa Brigadir Sanusi tak bisa terselamatkan.

Sebelum dipulangkan ke Rumah duka yang beralamat di Kelurahan Lipu Kota Baubau, sekita pukul 13.30 Wita, bersama tim dari Polda Sultra korban sempat melakukan foto rontgen di RS Siloam Kota Baubau.

Redaktur: Reza Yunanto
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500