Ilustrasi kebakaran lahan hutan. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Karhutla di Kalsel Capai 100 Hektare, Pembakaran Sampah Jadi Pemicu

Estimasi Baca:
Senin, 13 Ags 2018 07:30:11 WIB

Kriminologi.id - Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, mencapai luas 100 hektare di 20 titik. Di salah satu wilayah, kebakaran itu akibat pembakaran sampah tidak diawasi sehingga menjalar ke semak dan pohon.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar, menangani kebakaran ratusan hektare lahan yang terbakar tersebut. Kebakaran itu tersebar di beberapa kecamatan yang terdapat hutan dan lahan kosong.

 “Luasan hutan maupun lahan yang terbakar mencapai 100 hektare tersebar pada 20 titik di beberapa kecamatan dan sudah diatasi personel BPBD dibantu pihak terkait," ujar Pelaksana Tugas Kepala BPBD Banjar I Nyoman Yudiana di Kota Martapura, Minggu, 12 Agustus 2018.

Menurut Asisten II Setdakab Banjar itu, kebakaran di Kecamatan Martapura Kota di dekat makam Datu Bagul akibat pembakaran sampah yang tidak diawasi.

"Pembakaran sampah tidak diawasi sehingga menjalar ke semak dan pohon yang memang sudah kering sehingga mudah terbakar. Bahkan, tadi sore ada yang terbakar lagi disitu," ucapnya.

Menurut Yudiana, wilayah lain yang rawan terjadinya karhutla adalah Desa Sungai Rangas, Desa Sungai Rangas Hambuku yang masuk dalam wilayah Kecamatan Martapura Barat. Kemudian Desa Atayau, Kecamatan Matraman dan beberapa desa wilayah Kecamatan Gambut yang memang cukup banyak areal pertanian dan lahan gambut sehingga mudah terbakar.

"Kecamatan lain seperti Cinta Puri Darussalam dan Beruntung Baru masih belum ditemukan titik api meski potensi karhutla pada dua kecamatan itu cukup besar," ungkapnya.

Yudiana menjelaskan, pihaknya menyiapkan posko terpadu penanganan karhutla yang personelnya siaga 24 jam siap diturunkan mengatasi setiap kebakaran khususnya di kawasan hutan dan lahan kosong.

"Jumlah personel yang selalu siaga di posko mencapai 10 orang terdiri dari pegawai BPBD, dibantu personel TNI dan Polri serta anggota Linmas yang turut diperbantukan," ujar Yudiana.

Ditambahkan, peralatan pemadaman karhutla yang dimiliki masing-masing tiga unit mobil tangki dan mobil pick tandon, mesin alkon dan selang ditambah empat unit motor trail.

"Seluruh peralatan pemadaman itu dalam kondisi siap dan ditempatkan di posko sehingga jika terjadi kebakaran hutan dan lahan bisa digunakan untuk memadamkan," katanya. AS

Redaktur: Achmad Sakirin
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500