Ilustrasi begal payudara. Ilustrasi Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Karyawati Bank Jadi Korban Begal Payudara di Kebon Jeruk

Estimasi Baca:
Kamis, 9 Ags 2018 21:15:59 WIB

Kriminologi.id - Aksi pelecehan seksual berupa peremasan payudara kembali terjadi. DST (23) seorang karyawati di sebuah bank ternama menjadi korbannya. Warga asal Siantar, Simalungun, Sumatera Utara tersebut menjadi korban ketika hendak berangkat kerja.

DST menjelaskan, menjadi korban begal payudara di Jalan Panjang, tepatnya depan halte busway Green Garden, Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat pada Kamis, 9 Agustus 2018 sekitar pukul 06.45 WIB.

"Tadinya saya mau berangkat kerja ke daerah Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat. Berangkat kerja biasanya naik busway, dari kosan saya di kawasan Kedoya, Pesing Koneng, Jakarta Barat," ujar DST, Kamis, 9 Agustus 2018.

Petaka terjadi kala ia hendak menyeberang jalan menuju halte busway yang ada di seberang jalan. Ia terkejut ketika seorang laki-laki meremas payudara sebelah kanannya. Setelah melakukan aksi bejatnya, pelaku yang terlihat mengendarai sepeda motor langsung kabur tancap gas.

"Setelah kejadian itu saya langsung teriak. Mau ngejar tapi tidak bisa. Pas lagi kaget dan panik akhirnya saya menghubungi teman saya," kata DST.

Setelah menunggu beberapa saat, sang teman yang dihubungi kemudian mendatanginya. Kemudian, DST ditemani  temannya membuat laporan polisi ke Polsek Kebon Jeruk. Aduan DST diterima dengan bukti laporan No. LP 578/K/VIII/2018/PMJ/Restro-Jakbar/Sektor-Kebon Jeruk.

"Sebelumnya saya emang sempat curiga sama pelaku. Karena pas saya mau nyeberang jalan, dia bawa motor malah pelan-pelan (menurunkan gas). Akhirnya saya nunggu biar dia lewat duluan. Eh tahu-tahunya pas mau lewat tangan kirinya malah langsung megang dada kanan saya," ujar DST.

Sementara itu, Kapolsek Kebon Jeruk, Kompol M Marbun kala dikonfirmasi awak media menjelaskan, pihaknya masih menyelidi kasus tersebut. Ia menambahkan pihaknya masih harus mengumpulkan bukti-bukti, termasuk akan mencari rekaman kamera CCTV. 

"Kita masih selidiki kasus tersebut," kata Marbun.

Reporter: Erwin Maulana
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500