Dok. Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi, Foto: Antaranews.com

Kasus Dugaan Penipuan Ketua DPRD DKI Prasetyo Mandek, Ini Kata Polisi

Estimasi Baca:
Rabu, 29 Ags 2018 17:40:48 WIB

Kriminologi.id - Kasus penipuan dan penggelapan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi seperti berjalan di tempat. Padahal kasus ini sudah dilaporkan sejak tiga bulan yang lalu.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol Nico Afinta mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk menyelesaikan kasus tersebut.

"Kasus masih berjalan, ya. Kami masih terus menyelidikinya," ujar Nico di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu, 29 Agustus 2018.

Nico menambahkan, penyidik telah memeriksa pelapor, mantan Sekda Provinsi Riau Zaini Ismail. "Penyidik sudah melakukan panggilan kepada pelapor. Saat ini yang bersangkutan sedang mengumpulkan data dan bukti-bukti untuk diserahkan ke penyidik karena yang paling penting kan pelapor bisa menunjukkan bukti dan data-datanya," imbuh Nico.

Senada dengan Nico, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono menjelaskan, pihaknya masih menunggu pelapor untuk bisa menunjukkan bukti valid atas laporan yang dilayangkannya.

"Kami masih proses ya terkait laporan terhadap Pak Edi ini dan tentunya laporan yang diberikan itu kami dalami semua bukti-bukti terkaitnya dengan apa masalah yang dilaporkan, apakah ada bukti penyerahan. Sampai sekarang pelapor masih membutuhkan waktu untuk memberikan bukti konkret terkait dengan penyerahan uang tersebut," ujar Argo.

Prasetio Edi Marsudi dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh mantan Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Zaini Ismail. Politikus PDIP tersebut dilaporkan atas dugaan penipuan dan penggelapan.

Zaini melaporkan Prasetyo ke Polda Metro Jaya melalui pengacara bernama William Albert Zai pada Senin, 30 April 2018. Laporan tersebut diterima polisi dan tertuang dengan nomor LP/2369/IV/PMJ/Dit. Reskrimum.

Di dalam laporannya tersebut, William menyebutkan, jika motif penipuan yang diduga dilakukan Prasetyo yakni mengimingi-imingi Zaini untuk bisa menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau. Atas janji dan jabatan itu, Zaini pun memberikan uang sebanyak Rp 3,2 miliar kepada Prasetyo.

Reporter: Erwin Maulana
Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500