Ilustrasi debt collector. Ilustrasi: Kriminologi.id

Kasus Fidusia Meningkat, 150 Penyidik Tingkatkan Keterampilan

Estimasi Baca:
Selasa, 31 Jul 2018 18:05:53 WIB

Kriminologi.id - Sebanyak 105 personel Polda Sulawesi Utara dan jajaran bertugas di Reserse Kriminal Umum dan penegak hukum mendapat coaching clinic atau pelatihan untuk meningkatkan kemampuan penyidikan tindak pidana bidang jaminan fidusia. Dalam tiga tahun terakhir di Polda Sulut mengalami peningkatan yang sangat signifikan terkait kasus itu.

Kapolda Sulawesi Utara (Sulut) Irjen Pol Bambang Waskito mengatakan sudah saatnya para penegak hukum ataupun crime justice bergandengan tangan untuk memperkuat sistem dan jaringan yang bertumpu pada landasan hukum yang kuat.

Terkait Fidusia ini, Waskito berharap kepada pihak-pihak yang berkompeten baik finance atau petugas kepolisian serta tim lapangan untuk dapat menciptakan keselarasan pemahaman. Sehingga ketika melaksanakan eksekusi fidusia dapat terlaksana secara efektif sesuai dengan Peraturan Kapolri.

"Dengan demikian para penyidik atau penyidik pembantu yang adalah garda terdepan dalam penegakan hukum, tidak akan terjebak dengan pemahaman yang keliru khususnya terhadap objek yang akan dikerjakan nanti," kata Waskito di Manado, Selasa, 31 Juli 2018.

Dari penanganan kasus terhadap fidusia pada tiga tahun terakhir di Polda Sulut mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Pada tahun 2016 melapor 30 kasus dan selesai 24 kasus, tahun 2017 melapor 73 kasus dan selesai 23 kasus sedangkan tahun 2018 melapor 82 kasus dan selesai 22 kasus.

"Berharap setelah coaching clinic ini dilaksanakan, para penyidik sebisa mungkin dapat bersinergi untuk mensosialisasikan jaminan fidusia kepada masyarakat luas, terutama menjelaskan apa peran aktif dari Kepolisian dalam hal melakukan eksekusi fidusia itu sendiri," ujar Waskito.

Praktek jaminan fidusia banyak dilakukan oleh lembaga pembiayaan (finance), sewa guna usaha (leasing), dan sebagainya. Lembaga ini umumnya menggunakan tata cara perjanjian yang mengikutkan adanya jaminan fidusia bagi objek benda jaminan fidusia.

Perlu diketahui, dalam jaminan fidusia, debitur dan kreditur bersama-sama sepakat mengunakan jaminan fidusia terhadap benda milik debitur dan dibuatkan akta notaris lalu didaftarkan ke Kantor Pendaftaran Fidusia. Kreditur sebagai penerima fidusia akan mendapat sertifkat fidusia, dan salinannya diberikan kepada debitur.

Kasus umum yang kerap ditemukan sehari-hari adalah kreditur seperti pihak leasing kerap menggunakan jasa pihak ketiga (debt collector) untuk menagih hutang. Karena ketidaktahuan warga terkait jaminan fidusia, acapkali penarikan barang membawa masalah.

Padahal, pihak leasing melalui debt collector yang mengambil secara paksa kendaraan dapat dikenai ancaman pidana. Pengambilan paksa termasuk kategori perampasan sebagaimana diatur dalam pasal 368 KUHP dan pelanggaran terhadap hak seseorang sebagai konsumen  yang diatur dalam Pasal 4 Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. AS

Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Achmad Sakirin
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500