Pencarian Korban KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba. Foto: Sutopo_PN/Twitter

Kasus KM Sinar Bangun, Kadishub Samosir Hanya Wajib Lapor

Estimasi Baca:
Sabtu, 14 Jul 2018 10:00:17 WIB

Kriminologi.id - Salah satu yang menjadi tersangka atas tenggelamnya Kapal Motor Sinar Bangun di Danau Toba adalah Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Samosir berinisial NS. Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, namun ia hanya dikenakan wajib lapor satu kali dalam sepekan.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan tersangka NS telah menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik Polda Sumut selama 25 jam. Tersangka NS kini dipulangkan dan belum dilakukan penahanan.

"Tersangka NS pada hari Jum’at 13 Juli 2018 pukul 14.00 wib, dikembalikan dan belum dilakukan penahanan," kata Tatan seperti dilansir dari RRI, Jumat, 13 Juli 2018,

Tatan melanjutkan, tersangka NS menjalani pemeriksaan terkait tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba itu pada Kamis, 12 Juli 2018. 

Alasan tim penyidik belum melakukan penahanan terhadap tersangka NS, kata Tatan, karena masih melakukan pemeriksaan tambahan saksi ahli dari Bidang kelautan, hukum tata negara dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

"Penyidik akan melakukan pemeriksaan tambahan saksi ahli, dari ahli kelautan, hukum tata negara & BMKG. Tersangka NS dikenakan wajib lapor satu kali seminggu," kata Tatan menambahkan.

Sebelumnya, pihak penyidik telah menetapkan lima orang tersangka atas tenggelamnya KM Sinar Bangun. Kapal itu diprediksi mengangkut 188 penumpang termasuk tiga awak kapal. 

Kapal ini mengalami musibah akibat pengaruh cuaca buruk berupa angin kencang dan ombak cukup besar. Akibatnya, kapal tenggelam sekitar satu mil dari dermaga Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, pada Senin, 18 Juni 2018 sekitar pukul 17.30 WIB.

Kelima tersangka yang telah ditetapkan atas peristiwa itu yakni Kadishub Samosir NS, nahkoda kapal yakni Poltak Soritua Sagala, Kapos Pelabuhan Simanindo Karnilan Sitanggang dan Golpa F Putra, dan kepala bidang ASDP Rihad Sitanggang. RZ

KOMENTAR
500/500