Suasana pool taksi Express tempat Bernhard Indra Jaya korban pembunuhan dan perampokan di Desa Pasir Muncang, Kabupaten Tangerang. Foto: Walda Marison/Kriminologi.id

Keanehan Sopir Taksi Express Sebelum Tewas, Istri Sebut Itu Pertanda

Estimasi Baca:
Kamis, 2 Ags 2018 09:35:30 WIB

Kriminologi.id - Sebelum ditemukan tewas di kawasan Tangerang, Banten, sopir taksi Express bernama R Bernhard Indra Jaya yang diduga menjadi korban perampokan, sempat berlaku aneh dan bertingkah tidak biasa. Bernard kerap bercanda dengan putrinya dan menepuk punggung.

Hal tersebut diungkapkan oleh istrinya, Lan, yang menceritakan keanehan suaminya kepada Titi (64), Ketua RT tempat tinggalnya menetap di Perumahan Alam Indah, Cipondoh, Tangerang, Banten. 

Seperti dikatakan Lan, menurut Titi keanehan Bernhard berawal ketika korban bersama istrinya dan putri semata wayangnya yang bernama Cindy (18) tengah bersama. Kala itu, mereka pergi ke kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur. 

Di tengah perjalanan, Bernhard sempat bertingkah tidak biasa kepada putrinya. Selama dalam perjalanan, di mobil Bernard kerap bercanda dengan putrinya. Bahkan, korban sempat menepuk punggung putrinya itu.

“Pas di mobil istrinya cerita ke saya, dia (Bernhard) menepuk punggungnya Cindy sambil bilang 'heeeh jangan ngelamun-ngelamun'. Kemudian mereka mengobrol lagi. Jarang banget suami Lan kaya gitu ke anak. Mungkin itu tanda tanda kepergiannya (Bernard),” ujar Titi seperti dikatakan Lan.

Terkait keperluan Bernhard, istri dan anaknya ke daerah Pasar Rebo, Jakarta Timur, sebelum tewas, Titi mengaku tidak mengetahuinya. Yang diketahuinya, usai mengantar anak dan istrinya, Bernhard langsung bekerja menarik taksi.

“Kayanya abis nganter ke Pasarebo dia langsung narik. Ternyata pas narik ada kejadian seperti itu. Soalnya kata orang Express korban tak absen tiga hari," pungkasnya.

Kepergian Bernhard jelas membuat Cindy terpukul. Terlebih Cindy harus ditinggal sang ayah saat dirinya baru memasuki tahun pertama di perguruan tinggi.

Sebelumnya, dua warga Kampung Cirengit, Desa Pasirmuncang, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten, masing-masing bernama Arisno dan Wahir yang ketika itu tengah lari pagi sekitar pukul 06.00 WIB menemukan R. Bernhard Indrajaya di pinggir jalan. Tepatnya di semak-semak areal persawahan daerah tersebut. 

Menurut saksi, korban tewas tergeletak itu pria mengenakan seragam taksi Ekspress. Atas penemuan itu, Arisno dan Wahir memberitahukannya kepada ketua RT setempat, yang kemudian langsung dilaporkan ke polisi. Tak lama, polisi melakukan olah tempat kejadian perkara. Hasilnya, polisi menemukan bekas luka jeratan di leher dan luka gores di bagian tangan korban

“Dompet, handphonenya tidak kami temukan. Ada juga aki mobilnya juga hilang,” kata Kapolsek Cisoka, AKP Ukha Subakti. TD|AS

Reporter: Walda Marison
Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500