Kernet bus PO Haryanto, Sesa Prihanto, korban penusukan di Jati Asih. Foto: Facebook Haryanto Mania

Kelompok Pak Ogah Pembunuh Kernet Bus Sesa Prihanto di Bekasi Diburu

Estimasi Baca:
Selasa, 17 Apr 2018 10:30:54 WIB

Kriminologi.id - Kelompok Pak Ogah pembunuh kernet bus PO Haryanto bernama Sesa Prohanto alias Anto masih diburu kepolisian Resort Metropolitan Bekasi Kota.  

Anto (20) kernet yang tewas dibunuh di Jalan Pendawa, Jatiasih, Kota Bekasi, Kamis, 29 Maret 2018 pukul 03:00 WIB. 

"Masih terus dilakukan pencarian terhadap para pelaku, tapi saat ini kami baru dapat satu pelaku,"kata Kapolrestro Bekasi Kota, Kombes Indarto, Selasa, 17 April 2018.

Indarto mengatakan para pelaku penyerangan terhadap seorang kernet bus PO Haryanto bernama Anto (20) merupakan sekumpulan pak ogah yang sering mangkal disekitar lokasi kejadian.

"Kami menduga pelakunya pak ogah yang berada di sekitar lokasi, belum tahu motifnya dan tujuannya apa," kata Indarto.

Sesa Prihanto Anto

Saat ini kepolisian telah mengamankan satu tersangka pembunuhan terhadap Anto, diketahui pelaku berusia 16 tahun yang ditangkap tidak jauh dari lokasi kejadian.

Seperti diketahui Anto, seorang kernet bus Po Haryanto tewas ditusuk gerombolan pemuda saat menurunkan penumpang di Jalan Pendawa, Jatiasih, Kota Bekasi, Kamis, 29 Maret 2018 pukul 03:00 WIB.

Kejadian berawal saat bus jurusan Matesih -Solo -Tangerang berhenti untuk menurunkan penumpang di daerah Jalan Pendawa, Jatiasih, Kota Bekasi.

Ketika mobil sedang berjalan untuk menurunkan penumpang, ada sekelompok pemuda menggunakan sepeda motor langsung menimpuk kaca kanan depan bus hingga retak.

 

Sesa Prihanto Anto
Sesa Prihanto alias Anto kernet bus yang tewas ditusuk kelompok Pak Ogah. 

Mengetahui kaca depanya ditimpuk oleh sekelompok pemuda, kernet bus bernama Anto turun mengejar dua pemuda yang menggunakan sepeda motor.

Saat mencoba mengejar datang 5 orang pelaku yang langsung menganiaya Anto dengan menggunakan senjata tajam. Anto mengalami luka tusukan di dada dan perut. Akibat tusukan itu Anto tersungkur. 

Anto sempat dibawa ke RS terdekat dan di rujuk ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, namun sayang nyawa Anto tak tertolong karena mendapatkan tiga luka tusukan cukup parah dibagian perut dan dada.

 MSA
KOMENTAR
500/500