Rumah Herdi, korban penembakan misterius di Penjaringan, Jakarta Utara. Foto: Walda Marison/Kriminologi.id

Keluarga Herdi Sibolga Tinggalkan Rumah Setelah Insiden Penembakan

Estimasi Baca:
Rabu, 1 Ags 2018 15:15:28 WIB

Kriminologi.id - Herdi Sibolga tewas ditembak di dekat rumahnya di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara. Setelah penembakan itu, rumah Herdi tampak tertutup tak berpenghuni.

Kriminologi.id mendatangi rumah Herdi di Jalan Jelambar Aladin, Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara. Rumah berlantai dua itu terlihat tanpa aktivitas.

Lampu yang terpasangan di depan teras rumah masih menyala. Selain itu, pagar hitam yang menjuntai tinggi sekira dua meter itu dalam keadaan tergembok.

Menurut salah seorang warga sekitar bernama Susan, lima anggota keluarga Herdi yang terdiri dari istri dan empat orang putrinya telah beberapa hari tak terlihat di rumah itu.

Namun Susan mengatakan dirinya tak mengetahui sejak kapan istri dan anak-anak Herdi meninggalkan rumahnya. Susan hanya mendapat informasi dari warga sekitar kalau keluarga Herdi telah pergi sejak tiga hari lalu.

"Saya tidak lihat kapan perginya, siang atau malam. Tapi kalau dari omongan orang sini ya sudah sekitar tiga hari," kata Susan ditemui Kriminologi di lokasi, Rabu, 1 Agustus 2018.

Ketua RT setempat bernama Anto juga mengaku tak tahu keberadaan keluarga Herdi. Sebagai ketua RT ia tak mendapat kabar kepergian salah satu warganya itu.

Anto juga mengaku tidak tahu soal kabar keluarga Herdi pindah tinggal di rumah salah seorang kerabatnya yang berlokasi tak jauh dari rumahnya. 

Anto hanya menyebut bahwa dirinya tak terlalu mengenal sosok dari keluarga Herdi lantaran jarang bersosialisasi dengan warga sekitar.

"Saya tidak tahu kemana dan kapan perginya. Karena memang tertutup juga orangnya. Kalau sekedar ngobrol, ya seperlunya aja," kata Anto.

Penembakan terhadap Herdi Sibolga terjadi pada Jumat, 20 Juli 2018. Ia tewas setelah ditembak oleh dua orang berboncengan motor.

Polisi menangkap empat orang pelaku penembakan yaitu AS (41) sebagai eksekutor, JS (36) sebagai joki, PWT (32) dan SM (41). Keempatnya diupah Rp 400 juta oleh otak pembunuhan AX untuk menghabisi nyawa Herdi. RZ

Reporter: Rizky Adytia
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500