Dok. Dirjen Perhubungan Budi Setiyadi.Foto: www.perhubungan.jatengprov.go.id

Kemenhub Jamin Jembatan Timbang Jatim Bebas Pungli

Estimasi Baca:
Kamis, 30 Ags 2018 05:35:16 WIB

Kriminologi.id - Kementerian Perhubungan menjamin tidak ada lagi oknum pegawainya yang melakukan pungutan liar alias pungli di Jembatan Timbang Kulwaru, Jawa Timur.

Demikian disampaikan Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi usai melakukan kunjungan kerja di Jembatan Timbang Kulwaru, Rabu, 29 Agustus 2018. 

"Tidak ada main-main untuk kelebihan barang dan dimensi. Jika ada pelanggaran, maka harus segera ditindak tegas sesuai aturan, sehingga tidak ada kesempatan untuk pungutan liar," katanya.

Ia menjelaskan, Kemenhub saat ini masih memberi toleransi, yaitu kendaraan pembawa sembako diberi toleransi kelebihan 50 persen selama satu tahun terhitung sejak Agustus 2018.

Toleransi lainnya yaitu untuk kendaraan material sebesar 40 persen terhitung selama enam bulan. Evaluasi toleransi akan dilakukan. Di sisi lain, toleransi itu akan semakin diturunkan agar kendaraan pengangkut semakin tertib.

"Mulai tanggal 1 Agustus lalu, kita mulai menurunkan barang jika terjadi kelebihan 100 persen. Tanggal 1 September atau paling tidak masuk September nanti akan dievaluasi," ujarnya. 

Saat ini, ia menambahkan, sudah mulai dirasakan adanya kepedulian dari pemilik kendaraan truk, operator dan pemilik barangnya, untuk mengikuti ketentuan yang diberlakukan.

Sementara, Kepala Satuan Pelaksana Unit Pelaksanaan Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Kulwaru, Sigit Suryanto mengatakan, saat ini tidak ada pungutan liar di tempatnya. 

Pengendalian dan pengendalian secara utuh harus dilakukan, karena UPPKB Kulwaru kini telah diambil alih  Kementerian Perhubungan.

"Memang masih ada toleransi, untuk over loading dan over dimensi, di mana sembako masih mendapat toleransi 50 persen dan material 40 persen. Karena semen masuk bahan bangunan, maka selain sembako yang 40 ya tetap kami tilang," kata sigit.

Ia menjelaskan, pelanggaran terbanyak saat ini masih didominasi oleh truk pengangkut bahan bangunan yang melintas.

Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: RRI
KOMENTAR
500/500