ilustrasi tengkorak dan tulang belulang. Foto: Pixabay.com

Kerangka Manusia di Komplek BTN Ternyata Pegawai STAKPN Sentani

Estimasi Baca:
Selasa, 28 Ags 2018 17:20:28 WIB

Kriminologi.id - Kerangka manusia yang ditemukan di perumahan BTN Darsua Doyo Baru, Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, pada Minggu, 26 Agustus 2018 telah diketahui identitasnya. Polres Jayapura menyatakan jasad tersebut ternyata John Way (28), pegawai honorer di Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan atau STAKPN Sentani.

John tercatat sebagai petugas kebersihan di perguruan tinggi agama tersebut. 

“Setelah penyelidikan yang kami laksanakan selama berapa hari ini, diketahui identitas jasad yang sudah dalam kondisi tulang belulang itu adalah John Way," kata Kasat Reskrim Polres Jayapura Iptu Oscar F Rahadian, di Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa.

Menurut Oscar, pria berusia 28 tahun itu merupakan pegawai honorer di Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri (STAKPN) yang beralamat di Kampung Bambar Doyo Baru, Sentani. Bukti bahwa jasad korban adalah john Way dikuatkan dengan keterangan para saksi di sekolah tersebut. 

“Bahwa dua bulan lalu korban tidak masuk kerja, dia diizinkan untuk beristirahat karena sakit,” ujarnya.

Oscar mengatakan, keluarga korban juga mengaku barang-barang yang ditemukan oleh polisi bersama mayat korban merupakan milik Jhon Way. Pengakuan itu diperkuat dengan kartu ATM Bank Mandiri yang ditemukan di lokasi kejadian. 

“Setelah ditelusuri ke pihak bank terkait, ternyata ATM tersebut milik korban. Keluarga korban mengaku hilang kontak selama dua bulan ini, saat terakhir berkomunikasi korban mengaku dalam keadaan sakit, dan di TKP juga kami menemukan obat-obatan," ujar Oscar.

Kini jasadnya sudah dievakuasi ke ruang jenazah RS Bhayangkara untuk dilakukan autopsi, namun pihak RS Bhayangkara juga kesulitan mengidentifikasi jasad korban karena organ-organ vital telah hancur.

"Setelah autopsi, rencana jasad korban akan dikirim ke tempat asalnya kepada keluarganya di Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat untuk dimakamkan," kata Oscar.

Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Syahrul Munir
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500