Rusun Tahap 3 Kemayoran di Jalan Dakota, Kemayoran, Jakarta Pusat. Foto: Erwin/Kriminologi.id

Kerap Dilempari Benda Bahaya, Warga Sekitar Rusun Kemayoran Ketakutan

Estimasi Baca:
Senin, 10 Sep 2018 05:10:59 WIB

Kriminologi.id - Dugaan aksi pelemparan batu dari Rumah Susun Tahap 3 Kemayoran, Jakarta Pusat, yang menewaskan Andri Wibowo membuat warga ketakutan. Apalagi semenjak warga mendapati ada seorang penghuni yang melempar senjata api atau pistol dari gedung apartemen itu.

Menurut Warga, benda berbahaya yang kerap dilemparkan dari gedung rusun. Benda paling berbahaya pernah dilempar sekitar 4 bulan silam, yaitu senjata api. Menurut warga sekitar yang bernama Darta, peristiwa itu terjadi pada malam hari.

"Saya sama babeh kumis lagi kumpul-kumpul di warungnya pak Bewok seperti biasa, lokasinya kan deket tuh, seberang apartemen persis. Tiba-tiba ada suara buk, pas ditengokin ternyata pistol beneran. Kami langsung lapor pak RW, pas ada orang Polsek Kemayoran kan diperiksa, itu pistol ada isinya, 6 peluru," ujar Darta kepada Kriminologi.id, Minggu, 9 September 2018.

Menurut Darta, sejak peristiwa pelemparan pistol tersebut, warga sekitar berniat untuk melakukan pengawasan apabila ada aksi pelemparan benda berbahaya lagi dari gedung rusun.

"Wah semenjak kejadian lempar pistol itu ya kami jadi ketar-ketir, takut-takut juga. Dikiranya ada apaan di atas, siapa aja sih yang tinggal di atas sana kok serem-serem,” kata Darta menambahkan.

Akhirnya menurut Darta warga bersiap mengantisipasi lemparan. Saat itu menurutnya seseorang melempar botol minuman penambah stamina. 

“Selesai amanin botolnya sebagian dari kami langsung ke lantai 11 karena waktu itu keliatannya emang dari lantai itu. Pas di atas sana jadinya rame, kami sama penghuni hampir berantem, sekuriti juga bingung. Ya kami teriak-teriak nyari yang lemparin botol, tapi penghuni engga ada yang mau ngaku. Ujung-ujungnya kami turun lagi," kata Mujiono.

Menurut Darta, puncaknya setelah Andri tewas karena dilempari conblock dari apartemen tersebut, warga sekitar mendesak agar kepolisian segera menemukan pelaku dan menindak pihak pengelola.

"Pas ada kejadian kemarin ya takut juga, lah. Ngeri, kami lagi lewat jalan situ tiba-tiba ditiban balok beton, langsung tewas. Polisi harus segera cari pelakunya. Pengelola apartemen juga ya harus diperiksa," ujar Darta.

Sebelumnya diberitakan, Andri Wibowo (9), siswa SD Kebon Kosong 05 Pagi, Kemayoran, Jakarta Pusat, tewas akibat tertimpa batu konblok yang diduga dilempar dari gedung Ruman Susun Tahap 3 Kemayoran, Jakarta Pusat. 

Warga mengaku sebelumnya warga rusun tersebut juga pernah didapati melempar botol air mineral hingga senjata api atau pistol dari gedung itu. Andri Wibowo tewas tertimpa batu konblok, Sabtu, 8 September 2018, sekitar pukul 13.00 WIB.

Saat itu Andri sedang bermain bersama temannya Iqbal dan Reyhan. Ketiganya sedang bermain sambil membeli jajan cilok yang mangkal di lokasi kejadian. Warga yang melihat peristiwa itu lalu membawa korban ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.

Reporter: Marselinus Gual
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500