Ilustrasi penambangan pasir ilegal, Foto: Pixabay

Keruk Pasir Ilegal di Kawasan Penerbangan, 5 Pekerja Ditangkap

Estimasi Baca:
Kamis, 30 Ags 2018 20:30:02 WIB

Kriminologi.id - Tim Direktorat Keamanan Badan Pengusahaan Batam menangkap lima penambang pasir ilegal di Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) Bandara Internasional Hang Nadim, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Di kawasan penerbangan tersebut ada 50 titik penambangan pasir.

"Saat melakukan operasi rutin di KKOP kita menemukan lima orang yang sedang melakukan penambangan pasir ilegal," kata Kepala Seksi (Kasi) Hutan dan Patroli Ditpam BP Batam, Willem Sumanto, Kamis, 30 Agustus 2018.

Willem mengatakan, penangkapan dilakukan sekitar pukul 13.00 WIB. Dari penangkapan tersebut pihaknya mengamankan beberapa barang bukti yaitu satu unit truk, pasir, serta peralatan yang digunakan para pelaku untuk melakukan penambangan pasir ilegal. 

Ia menambahkan, dari KKOP mencatat terdapat lebih dari 50 lokasi penambangan pasir di wilayah penerbangan. Jumlah tersebut, kata Willem, sudah sangat mengkhawatirkan. Jika dibiarkan akan berdampak buruk pada keselamatan penerbangan.

Aktivitas penambangan pasir ilegal ini, kata Willem, dilakukan terus menerus baik siang maupun malam hari. Namun, rata-rata para pelaku penambagan pasir ilegal, kerap melakukan aktivitasnya pada malam hari. 

"Itu mereka lakukan untuk menghindari petugas dan kita juga kewalahan mengatasi mereka," ujar Willem.

Sampai saat ini pihaknya belum mengetahui siapa yang meminta kelima pelaku untuk melakukan penambangan pasir ilegal di KKOP. Kini, para pekerja itu sudah diamankan di Polresta Barelang untuk menjalani penyidikan. Willem mengatakan, kerusakan lingkungan akibat penambangan pasir ilegal sudah mencapai 60 persen.

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Lukita Dinarsyah Tuwo berharap aparat kepolisian segera menertibkan penambangan pasir ilegal KKOP. Pihaknya sudah mengirimkan surat kepada aparat untuk melakukan penindakan secara hukum kepada pihak-pihak yang diduga terus melanggar dan merusak lingkungan terutama di KKOP dan Dam Tembesi (waduk). 

Penulis: Yenny Hardiyanti
Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500