Proses evakuasi pasangan suami istri yang tewas di Cirebon (31/7/2018). Foto: Ist/Kriminologi.id

Kesaksian Warga, Pasutri Korban Tewas Masih Keluarga Keraton Cirebon

Estimasi Baca:
Selasa, 31 Jul 2018 17:15:52 WIB

Kriminologi.id - Pasangan suami istri, Elang Johar (68) dan Ratu Sureni (65), yang ditemukan tewas di rumahnya dikenal masih keluarga kasepuhan keraton Cirebon. 

Kesaksian warga, Elang dan Ratu kerap duduk di kursi kereta kencana saat mengikuti pawai Nadran di Cirebon. 

"Biasanya suka menyapa warga, bahkan suka ikut pawai Nadran di kereta kencana, setahu saya itu," ujar Rohidin, salah seorang warga di Desa Mertasinga, Cirebon, Selasa, 31 Juli 2018. 

Elang dan Ratu ditemukan tewas di rumahnya, Desa Mertasinga, Kecamatan Gunungjati, Cirebon, Jawa Barat, Selasa, 31 Juli 2018. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk menelusuri pelaku pembunuhan.

Kriminologi.id coba mengkonfirmasi status Elang dan Ratu kepada sultan Keraton Kasepuhan Cirebon, PRA Arief Natadiningrat. Namun demikian, PRA Arief tidak mengangkat telepon.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan tidak mau berspekulasi terkait status kekerabatan kedua korban.

Trunoyudo mengatakan pihaknya tengah mendalami kasus pembunuhan tersebut.

"Kami dalami dulu, korban siapa. Dari kasusnya akan kami ungkap dulu, kenapa dia tewas, apakah tewas dengan menggunakan senjata tajam, semua kami dalami. Jadi untuk status siapa korban itu kami belum bisa berkomentar banyak," kata Trunoyudo.

Kematian tragis Elang dan Ratu menggemparkan warga sekitar pagi tadi. Saksi mata, Nani mengatakan jenazah korban ditemukan di ruangan yang berbeda, yakni kamar dan ruang keluarga.

"Lihat ada dua korban, satu di kamar dan satu di ruang keluarga," ujar Nani.

Elang dan Ratu ditemukan tewas sekitar pukul 09.00 WIB pagi tadi. Saat ditemukan warga, tampak jenazah korban berlumurah darah hingga bercecer di lantai rumah. 

Nani menjelaskan, saat hendak ke rumah korban, ia merasakan keanehan. Saat mengetuk pintu, tak satupun pasangan itu membukakan pintu. Padahal, mereka sigap membuka pintu jika mendengar suara tamu yang datang ke rumah.

"Saya hendak ke rumah korban, namun sangat aneh karena tidak membuka pintu, tidak seperti biasanya," ujar Nani.

Melihat pintu rumah tak kunjung dibuka, Nani kemudian menghubungi suaminya. Nani mengatakan dirinya menaruh curiga sebab pintu rumah Elang dan Ratu tak bisa dibuka.

"Saya minta tolong suami saya, karena curiga, kenapa pintu rumah Ratu tidak dibuka," tutur Nani.

Tak berapa lama suami Nani pun membuka pintu dengan paksa. Alangkah kaget keduanya saat mendapati Ratu dan Elang ditemukan tergeletak di lantai dengan darah mengenang di samping tubuh mereka berdua. MG

Reporter: Arief Pratama
Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500