Whitney Austin (37), selamat setelah ditembak 12 kali di di lobi bank di Cincinnati, Ohio, AS, Kamis (6/9/2018), Foto: Facebook Whitney Austin

Kisah Manajer Cantik, Selamat Setelah 12 Kali Diberondong Peluru

Estimasi Baca:
Sabtu, 8 Sep 2018 16:00:59 WIB

Kriminologi.id - Whitney Austin (37) mengaku bersyukur bisa selamat dari peristiwa berdarah di lobi bank di Cincinnati, sebuah pusat pemerintahan wilayah Hamilton County, Ohio, Amerika Serikat pada Kamis, 6 September 2018 lalu. Ia selamat setelah ditembak 12 kali oleh seorang pria. Empat orang tewas ditembak termasuk pelaku pada hari nahas itu. 

"Saya sangat berterima kasih kepada paramedis dan responden pertama dan para dokter, perawat dan staf di UC Medical," kata Whitney Austin yang masih menjalani perawatan di rumah sakit, seperti dikutip Fox News.

Austin merupakan seorang manajer produk senior untuk pinjaman digital untuk Fifth Third di Lousiville. Ia secara khusus berterima kasih kepada dua petugas polisi yang bergegas membantu dia saat terkena tembakan.

Kantor Koroner Hamilton County mengidentifikasi tiga korban tewas dalam serangan itu yakni, Pruthvi Kandepi (25), Luis Calderon (48), dan Richard Newcomer (64).

Menurut polisi, ketiga korban tewas ketika tersangka, Omar Enrique Santa Perez (29) melepaskan tembakan ke lobi bank Fifth Third Bancorp yang berlantai 30 itu.

"Saya masih memproses berbagai peristiwa dari kemarin, dampaknya bagi para korban, bagi saya dan masyarakat. Dan saya berpikir tentang bagaimana saya dapat membuat perbedaan di masa depan," ujar Austin.

Seorang pria, ayah dari salah seorang korban tewas Pruthvi Kandepi bertemu ahli koroner Hamilton County, dr. Lakshmi Sammarco di sebuah kuil Hindu lokal beberapa saat setelah kejadian itu. Keduanya berasal dari Telugu, India, membagi kisah satu sama lain.

Dalam unggahan di akun Facebook pada Kamis, 6 September 2018, dr. Sammarco menanyakan bagaimana para pejabat akan menjelaskan kepada pria itu: "Mereka tidak akan pernah melihat putra mereka lagi karena penembakan yang tidak masuk akal di negara asing," tulisnya.

Kantor Asosiasi Telugu setempat di Amerika Utara mengatakan, pihaknya berencana untuk membantu ayah Kandepi. Pria itu ingin mayat putranya dibawa pulang ke India.

Media setempat, Cincinnati.com menulis Kandepi adalah seorang insinyur yang datang ke Cincinnati dengan mimpi. Tapi mimpi itu tiba-tiba berhenti pada hari Kamis.

"Sangat kejam. Sangat disayangkan dan sangat tidak adil bahwa ini telah terjadi padanya, " ujar Yash Yeddulapalli, teman sekamar kampus Kandepi kepada Cincinnati.com

Yeddulapalli mengatakan bahwa almarhum ingin menyelesaikan segalanya dengan benar sehingga dia akan membuat orang bahagia."

Bagi ayah Kandepi, kematian putranya adalah mimpi buruk. "Saya hanya menatap foto putra saya. Tolong, seseorang, kkatakan padaku itu mimpi buruk," kata ayah Kandepi kepada Yeddulapalli.

Ratusan orang berkumpul di Cincinnati pada hari Jumat, 7 September untuk mengingat tiga orang tewas dan dua lainnya terluka. Banyak bunga di samping air mancur yang berada di tengah-tengah Fountain Square di Cincinnati, hanya beberapa langkah dari tempat penembakan itu terjadi.

Walikota Cranley mengatakan jika petugas polisi yang menghadapi dan membunuh pria bersenjata itu menunjukkan kepahlawanan dan keberanian yang sejati.

"Kepahlawanan para perwira ini benar-benar luar biasa. Polisi menyelamatkan nyawa, dan kami berhutang banyak terima kasih kepada mereka," ujarnya.

Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500