Illustrasi : Kriminologi.Id/S. Dwiangga Perwira

Kisah Miris Korban Persekusi, AJ Bolos Sekolah Tak Kuat Tanggung Malu

Estimasi Baca:
Senin, 16 Apr 2018 15:00:55 WIB

Kriminologi.id - Sudah satu pekan korban persekusi berinisial AJ takut untuk masuk sekolah. Anak laki-laki berusia 12 tahun itu malu karena  kasusnya sudah menyebar ke sekolah di Bekasi Utara.

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bekasi mengatakan alasan AJ enggan sekolah karena masih ada rasa trauma yang dialami AJ lantaran dirinya dipersekusi saat ketahuan mencuri  sweater milik Mualim.

"Sudah satu minggu ini tidak mau sekolah, kita lihat perkembangan korban seperti apa, kami akan bantu juga untuk menghilangkan traumanya," kata Mini, Kasie Perlindungan Khusus Anak DP3A Kota Bekasi, di rumah AJ, Senin, 16 April 2018 siang.

korban persekusi bekasi

Jika dalam satu pekan ini belum ada perubahan dan AJ masih enggan sekolah, pihak DP3A  akan merujuk AJ untuk dilakukan perawatan lebih intens.

"Tapi semua penyembuhan tergantung dari AJ sendiri, keluarga, lingkungan, teman dan sahabat, itu yang harus mendukung," kata Mini.

Mini menjelaskan pihaknya tidak membatasi waktu kapan AJ bisa sembuh dari trauma persekusi yang dilakukan oleh tersangka Muhammad Nur alias Tuyul (41).

"Tidak ada jangka waktu, semua penyembuhan tergantung anaknya juga, kita harus dorong dan memberi semangat melupakan kejadian yang telah dilalui, kita juga akan kordinasi ke Sekolah untuk membantu penyembuhan AJ," ungkap Mini

AJ enggan sekolah usai dipersekusi warga Kampung Rawa Bambu Besar, Harapan Jaya, Bekasi Utara karena ketahuan mencuri sweater milik Mualim pada Minggu, 8 April 2018.

AJ dan HK berhasil ditangkap warga, warga mengadili kedua bocah dengan  menelanjangi AJ dan HK hingga tak berbusana alias bugil.

Polisi sejauh ini sudah mengamankan tersangka Muhammad Nur, dia diancam pidana pasal 170 tentang pengeroyokan dengan hukuman 10 tahun penjara. RZ

Reporter: Rahmat Kurnia
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500