Kediaman Muhammad Yusron, korban begal di Bekasi. Foto: Rahmat Kurnia/Kriminologi.id

Kisah Yusron Lawan Geng Motor, Berjualan Sate Mewarisi Usaha Ayahnya

Estimasi Baca:
Kamis, 9 Ags 2018 13:30:05 WIB

Kriminologi.id - Remaja berusia 19 tahun bernama Muhammad Yusron masih terbaring lemah di rumah kontrakannya di kawasan Jalan Bintara 17, Bekasi Barat, Kota Bekasi, usai tersabet celurit anggota geng motor yang merampoknya. Yusron yang sehari-hari berdagang sate ternyata mewarisi usaha ayahnya. 

“Saya warisi usaha bapak yang sudah meninggal. Saya yang lanjutin. Biasa dagang sama ibu,” kata Yusron saat ditemui Kriminologi.id di Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis, 9 Agustus 2018.

Yusron merupakan anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Maimunah dan almarhum Rohim. Yusron sudah hampir 4 tahun berjualan sate madura setiap harinya di Jalan Bintara Raya, tepatnya di depan Kecamatan Bekasi Barat.

Biasanya dia berjualan sejak pukul 18.00 WIB hingga pukul 01.00 WIB.

Yusron mengaku berkat berjualan sate itu, kebutuhan keluarganya bisa terpenuhi. Namun beberapa hari ini setelah menjadi korban keberingasan geng motor pada Selasa, 7 Agustus 2018 sekitar pukul 03.00 WIB, Yusron belum bisa kembali berjualan.

“Masih sakit, bang. Paha kiri masih linu banget, untuk gerak saja susah. Sekarang belum bisa jualan, padahal harus jualan,” katanya.

Yusron mengaku pasrah dengan keadaan dirinya saat ini. Dia berharap luka terparah akibat sabetan celurit di paha kirinya dapat segera sembuh. Dengan begitu, dirinya bisa berjualan kembali.

“Kalau bukan saya yang jualan siapa lagi, ibu kan kasian gak mungkin dorong gerobak sate pasti gak kuat, mudah-mudahan cepat sembuh,” katanya.

Insiden penyerangan oleh geng motor berawal ketika Yusron, pedagang sate Madura bersama dengan Saiful, pedagang nasi bebek, sedang santai di bangku warteg di depan Jalan Bintara 17, Bekasi.

Keduanya sesaat sebelum kejadian tengah asik bermain game di bangku warteg. Tanpa diduga, datanglah seseorang yang berjalan kaki. 

Satu pelaku yang berjalan kaki kemudian mendatangi Yusron dan Saiful yang sedang duduk. Rekan pelaku yang menumpang tiga motor kemudian datang dan sempat berhenti di samping warteg. Saat itu ada seorang pelaku dengan membawa senjata tajam jenis celurit yang turun dari sepeda motornya.

Kedua korban diminta menyerahkan ponselnya. Korban Saiful yang ketakutan tanpa pikir panjang memberikannya kepada pelaku. Sementara Yusron mencoba melarikan diri dan dikejar oleh seseorang yang membawa celurit.

Sekitar 8 meter dari lokasi, korban yang kabur sempat melawan pelaku. Namun akhirnya Yusron tumbang setelah celurit melukai bagian tangan dan paha kirinya. Termasuk juga paha kanan. Total korban mendapat tujuh luka sabetan celurit dengan 51 jahitan.

Yusron berani melawan karena mempertahankan harta bendanya berupa ponsel merek Xiomi. Ponsel tersebut diketahui baru dibelinya tiga hari yang lalu. TD

RZ

Reporter: Rahmat Kurnia
Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500