Ilustrasi kejahatan yang disebabkan miras. Ilustrasi; Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Kontrakan Tempat Meracik Miras di Sukabumi Sudah Beroperasi Tiga Bulan

Estimasi Baca:
Selasa, 28 Ags 2018 13:45:53 WIB

Kriminologi.id - Dihuni lima laki-laki, rumah kontrakan di Kampung Tipar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dijadikan tempat untuk meracik minuman keras atau miras oplosan. Kontrakan yang disulap menjadi tempat pembuatan miras oplosan itu ternyata telah beroperasi selama tiga bulan. 

“Kontrakan yang dijadikan lokasi pengolahan minuman keras oplosan tersebut sudah beroperasi sekitar tiga bulan. Diduga penyebaran minuman keras itu disalurkan ke berbagai daerah Palabuhanratu dan sekitarnya,” kata Kapolsek Palabuhanratu, Kompol Saidina, di Sukabumi, Jawa Barat, pada Selasa, 28 Agustus 2018.

Terkait tempat tersebut, kata Saidina, pihaknya telah melakukan penggerebekan dan berhasil menangkap seorang tersangka berinisial DN, warga Kampung Sumurbandung, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu. Sementara empat tersangka lainnya yang masih buron sudah diketahui identitasnya.

“Pada penggerebekan rumah kontrakan di RT 12/01, Desa Buniwangi, Kecamatan Palabuhanratu tersebut satu tersangka sudah kami tangkap, namun empat lainnya melarikan diri,” katanya.

Hingga kini, kata Saidina, aparat Polsek Palabuhanratu masih memburu empat buronan yang melarikan diri itu. Pihaknya tidak segan akan memberikan sanksi tegas kepada para pengedar minuman keras tersebut. Apalagi minuman keras oplosan buatan mereka kerap menimbulkan korban jiwa.

Saidina menjelaskan, kegiatan pembuatan minuman keras oplosan yang dilakukan para pelaku selama tiga bulan tak tercium, lantaran mereka mengaku menjalankan bisnis pengolahan sabun cair kepada pemilik kontrakan. Padahal, puluhan jerigen yang ada di kontrakan mereka berisi miras jenis ciu, yang kemudian dioplos dengan berbagai zat kimia lainnya.

“Kami telah menyita ribuan liter ciu, minuman keras oplosan yang sudah diracik, cairan pembersih lantai dan lain-lain pada penggerebekan sebelumnya,” ujarnya.

Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500