Rekontruksi kasus penembakan jalan Pasteur, Bandung. Foto: Arief Pratama/Kriminologi.id

Kronologi Cekcok di Cafe Shelter Bandung Sebelum Hani Tertembak

Estimasi Baca:
Selasa, 4 Sep 2018 13:42:06 WIB

Kriminologi.id - Sebelum tertembak di Tol Pasteur, Bandung, Hani Nurafiyah (21) ditemani teman-temannya diketahui sempat cekcok di Café Shelter dengan pengunjung lain. Untuk mengetahui penyebab penembakan termasuk adanya cekcok, pihak Polrestabes Bandung menggelar rekonstruksi pada Senin, 3 September 2018 sekitar pukul 23.00 WIB. 

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, menjelaskan rekonstruksi yang dilakukan pihaknya untuk melengkapi dan memperkuat berkas penyelidikan dan berita acara pemeriksaan atau BAP pada kasus tersebut. 

“Dari hasil rekonstruksi tersebut, terbukti ada dua kelompok yang terlibat perkelahian. Beberapa adegan menunjukkan adanya percekcokan antara kelompok korban dengan pengunjung lain di tempat hiburan Shelter,” kata Kombes Trunoyudo di Bandung, Jawa Barat, pada Selasa, 4 September 2018.

Menurut Trunoyudo, korban penembakan Hani datang ke Cafe Shelter bersama temannya masing-masing bernama Bella, Mita, Salim dan Mahmudi. Saat itu, kelima orang tersebut masuk ke dalam café menempati sofa depan. 

Tak lama kemudian, datanglah kelompok lain masuk ke dalam café. Di situlah terjadi kericuhan yang awalnya dipicu karena saling bersenggolan. Percekcokan ini terungkap pada adegan pertama hingga ketiga. 

“Kelompok Hani duduk di sofa depan, lalu selang beberapa saat ada kelompok lain dan bersenggolan dengan kelompok Hani lalu cekcok,” ujar Trunoyudo.

Percekcokan antara kelompok Hani dan pengunjung lain tak begitu lama. Sebab, satpam café tersebut melerai percekcokan tersebut. Oleh satpam, kelompok Hani dan kelompok lain yang baru datang itu kemudian dikeluarkan dari dalam café. 

“Setelah di dalam cekcok, lalu di halaman cekcok lagi. Kelompok Hani memilih pergi dari Cafe Shelter. Hal itu sesuai dengan keterangan saksi yang disampaikan pada pukul 03.00 dini hari,” ujar Trunoyudo.

Namun demikian, kata Trunoyudo, pihaknya hingga kini belum bisa menyimpulkan atas insiden penembakan tersebut. Ia masih mendalami keterkaitan antara cekcok tersebut dengan insiden penembakan di Tol Pasteur. 

“Semuanya masih kami dalami,” tuturnya.

Reporter: Arief Pratama
Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500