Dok. Polres Bukittinggi. Foto: Humas Polres Bukittinggi

Kronologi Kakak Beradik Rampok Mobil Pengangkut Uang di Bukittinggi

Estimasi Baca:
Jumat, 31 Ags 2018 17:05:20 WIB

Kriminologi.id - Kakak beradik Ramadhan Sinaga (35) dan Japar Lindungan Sinaga (31) merupakan dalang alias otak perampokan mobil pengangkut uang nasabah BSM Cabang Aur Kuning senilai Rp 3,5 Miliar pada Senin 4 Juni 2018.

Kapolres Bukittinggi AKBP Arly Jembar Jumhana menjelaskan kronologi perampokan dengan modus kerja sama dengan sekuriti atau satuan pengamanan (satpam) Bank BSM Cabang Aur Kuning.

Fakta tersebut, ia mengaku, ternyata sesuai dengan perkiraan pihaknya, yakni adanya keterlibatan orang dalam bank. JLS merupakan satpam di Bank BSM Cabang Aur Kuning.

"Security berinisial JLS tahun mengakui, modus melakukan perampokan ini karena kesal gajinya telat dibayarkan, dan saat mengetahui adanya pengiriman uang sebanyak Rp 3,5 Miliar oleh Bank BSM Cabang Aur Kuning ke Kantor Bank Nagari di Kota Payakumbuh, 'JLS' mengatur rencana perampokan," kata Arly Jembar Jumhana saat menggelar jumpa pers, Jumat, 31 Agustus 2018.

Menurut dia, sekuriti bank yang merupakan otak utama perampokan ini mengatur siasat untuk mengumpulkan kawan-kawannya, dan melakukan perampokan uang Bank tersebut ketika hendak dibawa ke kota Payakumbuh.

"Setelah dua bulan dilakukan pengejaran, akhirnya sekuriti 'JLS' ini berhasil ditangkap Tim Satreskrim Polres Bukittinggi di rumahnya di simpang Kapau, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam," ujarnya.

Arly Jembar Jumhana menambahkan, pelaku 'JLS' itu ditangkap pada penangkapan kedua, setelah sebelumnya menangkap pelaku pertama yakni kakak kandungnya di daerah Tapanuli Selatan atas inisial 'RS', yang juga terlibat kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu.

Ramadhan ditangkap pada 20 Agustus 2018 dengan barang bukti kepemilikan empat gram sabu. Ramadhan masih menjalani penahanan di Mapolres Tapanuli Selatan. 

"Penangkapan 'RS' dilakukan setelah Tim Satreskrim mendatangi, dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), serta koordinasi dengan Polres Payakumbuh. Dengan melakukan rekonstruksi ulang dari mana mobil unit Bank BSM Cabang Aur Kuning berangkat awal, hingga jalan menuju TKP, termasuk mencari rekaman CCTV jalan yang dapat membantu pengungkapan kasus ini," katanya. 

Dari situ Tim Satreskrim yang dibagi tiga kelompok mendapatkan petunjuk. Yakni, pelaku pertama berinisial 'RS' berada di Tapanuli Selatan, dan langsung dilakukan penangkapan yang dibantu polisi setempat.

Mobil pengangkut uang milik Bank BCS Bukittinggi, Sumatera Barat (31/08/2018). Foto: Antaranews
Mobil pengangkut uang milik Bank BCS Bukittinggi, Sumatera Barat (31/08/2018). Foto: Antaranews

Menurut pelaku 'RS', perampokan tersebut berjumlah 10 orang termasuk satu di antaranya adalah adik kandungnya 'JLS', yang merupakan security Bank BSM Cabang Aur Kuning, dan merupakan otak pelaku utama dan informan. 

"Dari keterangan kedua pelaku itu, ditemukan titik terang pelaku lainnya dan langsung dilakukan penangkapan kepada pelaku yang juga saat itu berada di daerah Riau," ujarnya.

Adapun pelaku lainnya sambung Arly Jembar Jumhana, yakni 'LS' (24), 'LJS' (38), 'AJP' (49) dan 'S' (59) ditangkap di Riau, dengan lokasi penangkapan yang berbeda-beda. Sementara empat pelaku lainnya hingga kini masih dalam pengejaran dan telah diketahui identitasnya masing-masing, yakni Joko, Dedi Sinaga, Dedi, dan Deni.

"Setiap pelaku memiliki peranan masing-masing. Ada yang berperan sebagai sopir karena pelaku saat itu menggunakan dua mobil. Satu pelaku mengikat karyawan bank yang sebagai korban di dalam mobil, serta yang menodongkan senjata ke korban, hingga akhirnya uang tersebut dipindahkan ke dalam mobil yang satunya lagi dan melarikan diri," katanya.

Untuk menangkap para pelaku, Arly Jembar Jumhana menyebutkan, polisi menemukan tingkat kesulitan karena perampokan itu terjadi pukul 10.00 WIB pagi. Sementara korban baru melaporkan pukul 15.00 WIB sore di Polsek Payakumbuh, serta pada pukul 20.00 WIB melapor di Mapolres Bukittingi, sehingga pihak kepolisian kehilangan jejak pelaku dan melarikan diri.

"Namun dalam dua bulan pengejaran, Tim Satreskrim berhasil mengungkap dan menangkap para pelaku, meski dua di antaranya sempat berusaha melarikan diri, serta sempat dilakukan pancingan terhadap salah satu pelaku yang melarikan diri di hutan Sawit daerah Pekanbaru," ujarnya. 

Lima tersangka 'JLS' (30) 'LS' (24), 'LJS' (38), 'AJP' (49) dan 'S' (59) bersama sejumlah barang bukti saat ini telah diamankan di Mapolres Bukittinggi. Sedangkan satu tersangka lainnya 'RS' (34) masih menjalani proses hukum di Mapolres Tapanuli Selatan.

Keenam tersangka yang telah ditangkap dalam kasus perampokan uang nasabah Bank BSM Cabang Aur Kuning Bukittinggi ini, dijerat dengan Pasal 365 dan juga Pasal 480 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. 

Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: RRI
KOMENTAR
500/500