Rumah Sumarti korban tewas dianiaya tetangganya. Foto: Rahmat Kurnia/Kriminologi.id

Kronologi Pasutri Pondok Gede Dianiaya Tetangga, Denyut Nadi Lemah

Estimasi Baca:
Rabu, 5 Sep 2018 07:35:34 WIB

Kriminologi.id - Sepasang suami istri bernama Dul Hamid (68) dan Sumarti (55) dianiaya Juriah (35) tetangganya sendiri yang diduga mengalami ganguan jiwa. Dalam kejadian itu Sumarti meninggal dunia seketika setelah kepalanya dibenturkan ke aspal dan bekas batu nisan.

Peristiwa penyaniayaan terjadi saat kedua suami istri yang sudah dikaruniai tiga anak ini baru pulang dari Puskesmas sekitar pukul 09.40 WIB. Keduanya pulang dengan berjalan kaki menuju rumahnya yang berjarak 1 kilometer lebih.

"Saya emang tiap bulan untuk kontrol. Saya sakit katarak sama pendengaran kurang jelas," kata Dul kepada Kriminologi.id di rumahnya, Selasa, 4 September 2018.

Keduanya kemudian berjalan kaki dari puskesmas. Dul yang sudah sakit-sakitan berjalan dengan dibantu tongkatnya. Sementara sang istri dengan sabar memegangi suaminya tersebut.

Sampai di lokasi kejadian, tepatnya di pemakaman milik keluarga, kedua pasangan suami istri itu berpapasan dengan Juriah. Saat itu Dul dan Sumarti sudah takut karena memang Juriah kerap kali mengamuk dengan melempari batu kepada warga sekitar.

Firasat keduanya ternyata benar. Tanpa sebab yang jelas, Juriah berlari ke arah pasutri itu dan langsung mengambil tongkat yang digengam Dul. Dengan tongkat itu, Dul dipukul di bagian bahunya.

Melihat suaminya yang tak berdaya, Sumarti yang masih kuat kemudian mencoba melawan Juriah. Sumarti menyelamatkan suaminya dari amukan Juriah. Suaminya berhasil diselamatkan seorang perempuan yang membawa anak ketika melintas di lokasi yang sepi.

"Saya disuruh pergi sama istri saya. Saya enggak tahu yang mukul saya siapa karena mata saya sudah enggak awas juga. Saya diselametin sama orang dibawa ke tempat aman," ujar Dul.

Lokasi penganiayaan pasangan suami istri oleh tetangga yang alami gangguan jiwa di taman pemakaman umum kawasan Pondok Gede, Kota Bekasi. Foto: Rahmat Kurnia/Kriminologi.id
Lokasi penganiayaan pasangan suami istri oleh tetangga yang alami gangguan jiwa di taman pemakaman umum kawasan Pondok Gede, Kota Bekasi. Foto: Rahmat Kurnia/Kriminologi.id

Ketika Dul diamankan, Sumarti menjadi korban amuk Juriah. Kepala Sumarti dibenturkan ke jalan beraspal. KKemudian bagian kepala belakang dipukul dengan menggunakan batu yang ada di sekitar tanah makam. Seketika Sumarti roboh dengan bagian kepala dan wajah mengeluarkan darah.

Puas menganiaya korban, Juriah pergi ke masjid yang berjarak 500 meter dari lokasi kejadian. Ketika situasi aman, Dul kembali ke lokasi. Saat itu dengan samar-samar Dul melihat ada seseorang yang terbaring di jalanan.

"Saya ngira itu bukan istri saya. Saya tahunya istri saya sudah berhasil melarikan diri. Sudah menyelamatkan diri," katanya.

Perkiraan Dul ternyata salah. Setelah beberapa warga datang memberitahu yang terbaring di aspal dengan kepala penuh darah adalah istrinya. Saat itu Sumarti masih bernafas. Warga kemudian membawa korban ke rumahnya yang berjaral 700 meter.

"Dibawa ke rumah dulu, panggil dokter dicek masih ada denyut nadinya tapi lemah. Terus dibawa ke Rumah Sakit, meninggal," katanya.

Sementara itu, Juriah langsung ditangkap kepolisian di dalam Masjid. Juriah sempat tidak mau dinaikan ke mobil biasa untuk dibawa ke Polsek. Juriah mau ikut ke Polsek Pondok Gede asalkan menaiki mobil kepolisian.

Saat ini Juriah yang dikenal warga kadang mengalami gangguan kejiwaan sedang menjalani tes di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur. Jika tidak mengalami ganguan jiwa, polisi akan memproses Juriah.

Reporter: Rahmat Kurnia
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500