Suharto alias Alex korban tewas yang ditemukan di Sumedang. Foto: Ist/Kriminologi.id

Kronologi Pembunuhan Sopir Taksi Online, Pelaku Pakai Akun Warga

Estimasi Baca:
Rabu, 8 Ags 2018 07:35:45 WIB

Kriminologi.id - Aksi perampokan disertai pembunuhan terhadap Alex, sopir grab yang jasadnya ditemukan di lahan Perhutani, Sumedang, Jawa Barat pada 1 Juli 2018 mulai mengungkap peran masing-masing pelaku. Menurut polisi, Lutfi merupakan otak dari pembunuhan tersebut.

Ternyata, pada hari kejadian, Senin, 30 Juli 2018, tiga pelaku yakni Lutfi, Ripin dan K (masuk dalam daftar buron) tidak menggunakan akun pribadi untuk memesan grab yang dikemudikan korban. Menurut polisi, ketiga pelaku meminta tolong kepada seorang warga untuk memesankan taksi online dengan tujuan Cakung, Jakarta Timur. Mereka menggunkan akun warga dari Pasar Bintara, Bekasi Barat, Kota Bekasi.

Modus ini digunakan pelaku agar tak dilacak polisi, dan mengalihkan perhatian kepada warga tersebut. Warga yang tak disebutkan namanya itu pun, tanpa berpikir panjang langsung membantu pelaku.

Di pinggir jalan di Pasar Bintara, ketiga pelaku menunggu Suharto alias Alex datang dengan menggunakan Toyota Avanza warna silver dengan nomor polsii B 2256 TFY.

Sesuai orderan, Alex pun mengantar pelaku ke tempat tujuan. Tak ada hal yang mencurigakan sejauh itu. "Setelah korban tiba dan mengantar para pelaku ke tempat tujuan," kata Kapolres Sumedang, AKBP Hartoyo kepada Kriminologi.id, Jakarta, Selasa, 7 Agustus 2018.

Namun saat di lokasi tujuan, kata Hartoyo, tiba-tiba para pelaku meminta korban untuk mengantarkan ke kawasan Subang, Jawa Barat secara online atau tidak menggunakan aplikasi. Hartoyo mengatakan, korban memenuhi permintaan pelaku karena diiming-iming uang yang cukup banyak. 

Rencana pun berjalan sesuai skenario pelaku. Saat di perjalanan tepatnya di kawasan Cikampek, para pelaku kembali meminta korban untuk kembali berputar menuju Indramayu dan melewati Tol Cipali. 

Tanpa curiga, Alex menuruti permintaan para pelaku. Hingga pada saat berada di Tol Cipali kilometer 114, tersangka Lutfi meminta korban untuk berhenti di pinggir jalan dengan alasan hendak buang air kecil.

Saat itulah, K langsung mencekiknya dari belakang dan Ripin memegangi kakinya. Bahkan, Lutfi yang sebelumnya berpura-pura buang air kecil kembali ke mobil dan memukuli korban. 

"Korban dipukuli oleh para pelaku dengan menggunakan tangan kosong sampai korban tak bernyawa," kata Hartoyo.

Selanjutnya, para pelaku membawa mobil itu ke arah Sumedang, Jawa Barat. Para pelaku tiba di areal perkebunan milik Perhutani di Jalan Buah Dua-Sanca Blok Cinbo, Dusun Gendereh, Desa Gendereh Kecamaran Buah Dua, Kabupaten Sumedang.

Para pelaku membuang jasad Alex dan langsung meninggalkannya usai melucuti harta bendanya. Setelah beberapa hari penyelidikan, polisi menangkap dua tersangka yaitu, Lutfi dan Ripin di kawasan Indramayu, Jawa Barat, pada Minggu, 5 Agustus 2018.

Kini kedua tersangka telah mendekam di balik jeruji besi dan dijerat dengan pasal berlapis, yaitu Pasal 338, Pasal 365 ayat 2 KUHP, dan Pasal 170 dengan ancaman maksimal hukuman mati. MG

Reporter: Rizky Adytia
Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500