Polisi tembak mati pelaku perompak Aceh yang membunuh Bripka Faisal (28/08/2018). Foto: Ist/Kriminologi.id

Kronologi Penangkapan Pembunuh Bripka Faisal, Pelaku Lempar Granat

Estimasi Baca:
Selasa, 28 Ags 2018 11:20:15 WIB

Kriminologi.id - Polisi telah menangkap enam orang perompak yang menusuk hingga tewas Bripka Anumerta Faisal  di kawasan Pantai Bantayan, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, Minggu, 26 Agustus 2018. 

Berikut kronologi penangkapan perompak Setan Botak Peureulak versi polisi. Penangkapan itu berawal dari informasi warga yang melihat enam orang tak dikenal keluar dari areal pertambakan madat Gampoeng Coh Kabupaten Aceh Timur.

Berbekal info tersebut, polisi melakukan penyisiran dan mengamankan 3 anggota kelompok perompak itu. Sedangkan tersangka lainnya yang kabur dibekuk di lokasi berbeda. 

Pelaku perompak Aceh
Pelaku perompak yang menusuk Bripka Anumerta Faisla di Aceh. 

Salah satu dari pelaku bernama Zulkifli bin Usman tewas ditembak polisi setelah dirinya berusaha menyerang dengan melemparkan granat tangan. 

Selain granat tangan, polisi juga menyita senjata api milik almarhum Bripka Anumerta Faisal jenis Revolver Taurus. Setelah itu, tim gabungan melakukan penyisiran senjata AK-56 Inventaris yang diduga sembunyikan di pinggir Kuala Bantayan.

Adapun barang  bukti yang disita dalam penangkapan kelompok ini adalah 1 buah granat manggis, 1 pucuk Revolver Taurus Inventaris milik almarhum Bripka Anumerta Faisal.

Senjata Revolver Taurus milik Bripka Anumerta Faisal
Senjata Revolver Taurus inventaris milik Bripka Anumerta Faisal yang disita petugas.

Sedangkan tersangka yang diamankan adalah Zulkifli bin Usman (33) yang tewas ditembak. Muhammad Arief Nunandar (18), Samsul (28), Bahagia (36), Faisal (42) dan Syahrul (43).     

Dua orang pelaku lainnya yang masih melarikan diri, yakni Adi dan Dek Gam. Polisi mengatakan para pelaku pembunuhan pimpinan Zulkifli ini  berencana merompak Boat katrol di wilayah perairan.

Namun setiba di Pantai Bantayan,  kapal boat yang mereka tumpangi mengalami kerusakan Whel atau kemudi hingga menepi di pinggir pantai Bantayan.

Para pelaku merupakan jaringan yang sering merompak kapal dan Shabu di tengah laut.

Reporter: Rohmayanti Adhe
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500