Polres Metro Jakarta Selatan mengungkap kasus pembunuhan Ari Haryanto. Foto: M.Rizqi Ghiffari/Kriminologi.id

Kronologi Siswa SMK Tewas Tawuran di Kebayoran, Alumni Jadi Inisiator

Estimasi Baca:
Kamis, 6 Sep 2018 18:45:03 WIB

Kriminologi.id - Pengeroyokan terhadap Ari Haryanto, pelajar SMK Muhammadiyah 15 Jakarta Selatan, hingga tewas di perempatan kawasan Bellezza, Kebayoran Lama, diungkap oleh Polres Metro Jakarta Selatan. Pengeroyokan itu berawal dari kesepakatan tawuran berawal dari ajakan seorang senior yang baru lulus.

Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Indra Jafar menjelaskan kronologi peristiwa yang terjadi pada Minggu, 2 September 2018, sekitar pukul 04.00 WIB tersebut berawal ketika salah seorang senior para pelaku mengajak teman-temannya untuk melakukan tawuran.

Pelaku yang diketahui berinisial I, kata Indra Jafar, kemudian juga melakukan komunikasi dengan korban untuk tawuran.

"Kronologisnya itu ada satu orang seniornya berinisial I yang baru saja lulus dari salah satu SMA, ia yang memulai komunikasi dengan pelaku dan mengajak para pelaku serta pihak korban untuk tawuran," ujar Indra, Kamis, 6 September 2018.

https://cdn.kriminologi.id/news_picture_thumb/polres-metro-jakarta-selatan-merilis-1536228551.jpg

Indra melanjutkan, setelah pelaku I menghubungi melalui media sosial, kedua belah pihak sepakat untuk tawuran di tempat yang telah ditentukan. Kedua belah pihak menggunakan media sosial Whatsapp dan Instagram dalam ajakannya itu. 

"Kedua belah pihak janjian untuk melakukan tawuran lewat media sosial Whatsapp dan juga instagram. Setelah bertemu di tempat yang dijanjikan, terjadilah tawuran. Saat itu kelompok korban mencoba melarikan diri namun korban terjatuh dan terjadilah pengeroyokan hingga korban meninggal dunia" kata Indra menambahkan.

Dari puluhan pelajar yang terlibat, Indra melanjutkan, polisi berhasil mengkerucutkan menjadi sepuluh orang pelaku yang terlibat dalam pengeroyokan terhadap korban Ari Haryanto. Sepuluh orang tersebut yakni F (19), RP (17), MR (16), SBR (16), ES (16), ASD (16), MFH (16), MR (17), DA (16), dan GM (16).

Masing-masing pelaku, kata Indra, menjalankan peran yang berbeda untuk menghabisi nyawa korban, diantaranya ada yang membacok, menginjak leher korban, menabrak sepeda motornya, hingga menyiram dengan air keras ke tubuh korban.

Dari penangkapan terhadap para pelaku itu, polisi menyita barang bukti berupa tiga buah senjata tajam jenis celurit yang digunakan untuk menghabisi nyawa korban, satu unit sepeda motor, dan satu buah pakaian berwarna hitam.

https://cdn.kriminologi.id/news_picture_thumb/barang-bukti-senjata-tajam-yang-1536230054.jpg

Akibat perbuatannya para pelaku dijerat dengan pasal 76C Jo Pasal 80 Ayat 3 Undang-Undang RI No.35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 338 KUHP Jo Pasal 170 KUHP.

Ancaman hukumannya maksimal 5 tahun penjara. Sedangkan tersangka berusia dewasa dijerat dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Ari Haryanto, pelajar SMK Muhammadiyah 15 Jakarta Selatan, tewas dalam sebuah aksi tawuran pelajar, Sabtu, 1 September 2018. Kelompok pelajar tersebut telibat tawuran dengan sekelompok siswa yang berasal dari SMAN 32 Jakarta Selatan, di kawasan Jalan R Soepeno, Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Saat itu Ari Haryanto berusaha melarikan diri dari tawuran karena kalah. Namun Ari terjatuh dari sepeda motor yang dikendarai lalu dikeroyok  oleh 10 pelaku hingga tewas di tempat. (M.Rizqi Ghiffari)

Reporter: Yenny Hardiyanti
Penulis: Yenny Hardiyanti
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500