Dua orang diduga pelaku pelemparan bom molotov di kediaman Kapitra Ampera. Foto: Ist/Kriminologi.id

Kronologi Teror Molotov di Rumah Kapitra Ampera, Sempat Dikira Petasan

Estimasi Baca:
Selasa, 7 Ags 2018 13:30:23 WIB

Kriminologi.id - Pengacara Kapitra Ampera tak menyangka rumahnya menjadi sasaran pelemparan dua molotov oleh orang tak dikenal.

Saat kejadian pelemparan molotov, mantan pengacara Imam FPI Habib Rizieq Syihab itu sedang tidak berada di rumahnya. Pelemparan molotov itu terjadi pada Senin, 6 Agustus 2018 sekitar pukul 19.15 WIB.

Rumah kapitra ampera dilempar molotov

Kriminologi.id mendatangi rumah caleg PDI-P itu yang berada di Jalan Tebet Timur Dalam VIII Nomor 16 RT 02 RW 09, Tebet, Jakarta Selatan. Seorang pria berinisial A yang merupakan ponakan Kapitra Ampera menceritakan kronologi pelemparan dua bom molotov tersebut.

"Kejadiannya sekitar jam 7 malam pas mau jam salat Isya. Kebetulan pas kejadian bapak memang lagi di Mushola Al-Itihad. Biasanya kalau bapak salat itu di 2 tempat, salat Maghrib di Masjid Al-Mujahidin, salat Isya di Mushola Al-Itihad. Semuanya dekat rumah," ujar A saat berbincang di lokasi, Selasa, 7 Agustus 2018.

Ia melanjutkan, pelemparan molotov itu pertama kali disadari oleh Yanti, asisten rumah tangga di rumah itu, dan Yosandra yang merupakan istri Kapitra. 

"Yang denger langsung itu pembantu di rumahnya bapak sama ibu (Yosandra). Mereka lagi di dalam berdua, di dapur. Tiba-tiba ada suara mirip petasan, tapi ada suara pecahan kacanya juga. Kata pembantunya 'kok ada suara petasan, padahal bukan bulan puasa, enggak biasanya'. Dia bilang gitu ke ibu. Ibu juga aneh karena yang mirip suara petasannya itu deket banget ke rumah," tutur A.

Karena penasaran, Yanti lalu beranjak menuju bagian depan rumah. Ketika Ia membuka pintu, ternyata sudah ada pecahan kaca yang berasal dari molotov yang dilempar.

"Pas dia liat ke depan rumah kok tiba-tiba udah berserakan aja pecahan botol sama cairan. Baunya sih bensin. Pas dilihat, botolnya itu ada 2, yang satu pecah, yang satunya lagi enggak pecah," ujar A.

Rumah kapitra ampera dilempar molotov

Kemudian ia menceritakan, sebelum rumah Kapitra dilempari dua molotov dari bekas botol kratingdaeng, pada malam kejadian itu suasana sekitar rumah memang terbilang sepi. 

Akan tetapi, dari rekaman CCTV, sempat terlihat ada empat orang mencurigakan lalu lalang di depan rumah yang berada di pinggir jalan raya itu.

"Kata ibu sama pembantunya, sebelum kejadian itu sepi-sepi aja, cuma dari CCTV keliatan ada 4 orang bawa 2 motor. Jadi 1 motor dinaikin 2 orang, 2 orang pake celana pendek, 2 orang lagi enggak. Sempat terekam celingak-celinguk rumahnya bapak," imbuh A.

Sementara itu Ketua RT 03 bernama Arifin mengaku tidak mengetahui peristiwa pelemparan molotov tersebut. Ia baru mengetahuinya setelah rumah Kapitra ramai didatangi kepolisian dan awak media.

"Kalau wilayahnya itu termasuk RT 02. Saya kan RT 03. Tapi antara RT 02 sama 03 emang deket banget, sebelahan. Pak Nuh (ketua RT 02) juga jarang di rumah sini, jadi pas kejadian ya enggak tahu sama sekali. Saya dapet informasi ya pas uda makin malam, saya dateng ke rumahnya udah rame, ada polisi sama wartawan. Halaman rumahnya dipasangin garis polisi, enggak boleh ada yang deketin," ujar Arifin.

Sebelumnya Kapitra saat dikonfirmasi terkait pelemparan molotov itu mengatakan telah melaporkan teror pelemparan molotov itu kepada kepolisian. Ia juga mengaku memiliki rekaman CCTV yang merekam pelaku pelemparan molotov itu.

"Ada 4 orang dengan dua motor. Ada yang nyisir dan ada yang lempar," katanya.

Kapitra menduga teror molotov ini terkait dengan politik. Namun ia menegaskan tidak takut dengan teror pelemparan molotov ke rumahnya itu.

"Saya tidak takut, tidak gentar dan tidak akan mundur terhadap serangan apa pun," kata Kapitra. RZ

Reporter: Erwin Maulana
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500