Kondisi Lokasi Ledakan di Ruko Grand Wijaya. Foto: JKTinfo/instagram

Ledakan Ruko Grand Wijaya, Saksi: Kalau Bom Teroris Itu Keluar Asap

Estimasi Baca:
Kamis, 12 Jul 2018 21:00:48 WIB

Kriminologi.id - Insiden ledakan Ruko Grand Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis 12 Juli 2018 ini membuat warga ketakutan luar biasa. Kepanikan dialami oleh orang yang berada di sekitar lokasi saat kejadian. 

Harnoto (54), salah seorang saksi yang mengalami kepanikan saat mendengar ledakan begitu besar. Pria yang bekerja sebagai sopir perusahaan swasta yang berkantor dekat lokasi kejadian itu mengira terjadi gempa bumi atau bom teroris di lingkungannya. 

"Saya denger jelas mas. Saya kira awalnya gempa makanya langsung keluar kantor. Jarak saya sekitar 60 meter dari ruko yang meledak," ujar Harnoto di tempat terjadinya ledakan gas, Ruko Grand Wijaya, Kamis 12 Juli 2018.
   
Harnoto berkantor sekitar 60 meter dari lokasi kejadian. Ia menuturkan usai mendengar ledakan tersebut dirinya bergegas keluar gedung. 

Di tengah kepanikannya menyelamatkan diri, Harnoto sempat menoleh ke kanan-kiri di ruko yang menjadi sumber ledakan. 

Ia melihat ruko berantakan dan dipenuhi puing-puing dari papan, triplek hingga pecahan kaca berserakan. Dengan situasi seperti itu, kata Harnoto, sempat terbesit dalam pikiran apakah ada teroris yang melakukan bom bunuh diri. 

"Saya kira ada teroris. Setahu saya kalau bom teroris ada pasti ada asap habis ledakan. Tapi ini enggak ada asap sama sekali," tuturnya.

Harnoto menambahkan dirinya sempat mengabadikan momen detik-detik usai ledakan terjadi. Akan tetapi, karena suasana saat itu gelap gulita sehingga hasil foto menggunakan kamera telepon seleulernya tak terlalu bagus. 

"Saya sempat foto fotoin nih mas (sambil menunjukan foto). Cuman ga terlalu keliatan karena gelap mas," ujarnya polos.

Satu mobil yang jaraknya sekitar 10 meter dari ruko yang menjadi sumber ledakan pun menjadi korban. Mobil menyalami pecah kaca karena kerasnua radiasi ledakan.

"Untung ada mobil ini, kalau ga ada mobil ini radiusnya mungkin bisa melebar lagi mas," ujarnya.

Tak lama kemudian, petugas pemadam kebakaran pun datang untuk memeriksa lokasi, disusul oleh kepolisian yang menghampiri TKP. Tim Pusat Laboratirum Forensik Bareskrim Mabes Polri sempat terlohat mondar mandir di sekitaran TKP ledakan.  Beberapa barang bukti pun di bawa tim Puslabfor guna diteliti.

Kabid Balmetfor Puslabfor Bareskrim Mabes Polri Kombes Ulung Kanjaya mengatakan pihaknya  bekerja secepat mungkin barang bukti yang dibawa dari ledakan di ruko Grand Wijaya, Jakarta Selatan.

Hasil Puslabfor terkait ledakan tersebut ia perkirakan keluar kurang dari satu mingggu. "Hasilnya akan keluar ga sampai satu minggu," ujarnya kepada awak media di waktu dan tempat yang sama.

 MSA
KOMENTAR
500/500