Lokasi begal thd mahasiswi , di jalan Cikapayang Dago. Foto: Arief Pratama/Kriminologi.id

Lokasi Begal Mahasiswi di Bandung Gelap dan Rawan Kejahatan Jalanan

Estimasi Baca:
Kamis, 30 Ags 2018 17:35:34 WIB

Kriminologi.id - Seorang mahasiswi perguruan tinggi swasta di Bandung kritis usai menjadi korban kejahatan jalanan, dengan modus memepet kendaraan korban.

Korban S warga Purwakarta, harus menjalani perawatan intensif di RS Boromeus Bandung karena luka di bagian kepala belakang saat hendak mempertahankan tas yang dipegangnya dari pelaku jambret.

Lokasi korban dijambret berada di Jalan Cikapayang, Dago, Kota Bandung. Dadang, salah satu tukang parkir di jalan Cikapayang, mengatakan jalan tersebut minim lampu penerang jalan alias gelap pada malam hari.

"Enggak ada lampu penerangan. Lampunya ada di atas jalan layang, hanya saja mati," katanya saat ditemui di depan CV Tirga Anugrah tempatnya bekerja sebagai tukang parkir, Kamis, 30 Agustus 2018.

Dadang mengaku tidak mengetahui secara detail aksi begal yang terjadi pada pukul 03.30 WIB dini hari itu. Mengigat saat kejadian ia libur.

"Biasanya kalau aksi subuh suka ada info, kebetulam saya libur pak," ujar Dadang.

Ia menjelaskan, jalan Cikapayang hanya ramai sampai pukul 22.00 WIB.

"Paling jam 10 malam masih ramai orang jalan kaki. Ke atas jam 10 sudah sepi. Apalagi mau subuh rawan pak," katanya.

Lokasi begal thd mahasiswi , di jalan Cikapayang Dago. Foto: Arief Pratama/Kriminologi.id
Lokasi begal thd mahasiswi , di jalan Cikapayang Dago. Foto: Arief Pratama/Kriminologi.id

Sementara itu satpam di kantor rektorat ITB, Sholihin menyatakan jalan Cikapayang memang kerap menjadi tempat beraksi pelaku kejahatan jalanan.

"Memang gelap pak. Apalagi di daerah ini minim CCTV," ujarnya saat ditemui di pos penjagaan pintu barat kantor rektorat ITB.

Sholihin menambahkan, saat kejadian kecelakaan beberapa bulan lalu, polisi pernah minta CCTV di ITB tapi tidak terlihat jelas.

"Ada CCTV di pintu barat ini hanya sampai mulut gerbang pintu. Enggak kelihatan jalan Cikapayangnya," katanya.

Ia berharap, agar ada perhatian pemerintah untuk memasang lampu penerangan jalan umum.

"Ya minimal lampu di jalan umum ada, atau memperbaiki lampu yang menempel di jalan layang," ujar Sholihin.

Reporter: Arief Pratama
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500