Gedung Apartemen Kalibata City. Foto: Rizky Aditya/Kriminologi.id

LPAI Sebut Tidak Semua PSK Korban

Estimasi Baca:
Kamis, 9 Ags 2018 22:05:51 WIB

Kriminologi.id - Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak Lembaga Perlindungan Anak Indonesia, Reza Indragiri mengusulkan agar semua pekerja seks komersial alias PSK tidak langsung dianggap sebagai korban.

Hal itu disampaikan dia menanggapi kasus prostitusi anak dan dewasa di Apartemen Kalibata City.

"Jika kita mengikuti hasil konferensi di Beijing pada 2013, ada dua jenis prostitusi yang forced (terpaksa) dan voluntary (sukarela). Apabila dia (pekerja seks komersial) bekerja dengan terpaksa atau forced prostitution, maka dia korban dan berhak untuk mendapat restitusi (ganti rugi atas penderitaan yang dialami)," kata Reza di Jakarta, Kamis, 9 Agustus 2018.

Akan berbeda halnya jika pekerja seks tersebut secara sukarela melakukan pekerjaannya, maka harus dipidana.

"Prinsip yang sama juga diberlakukan ke PSK di bawah umur. Untuk anak-anak yang masuk ke dalam voluntary prostitution (sukarela), dia harus dikenakan sanksi dengan sistem peradilan anak," ujar Reza.

Meski demikian, sistem hukum di Indonesia belum mengenal ada pembedaan antara prostitusi terpaksa dan sukarela.

"Ketentuan hukum di Indonesia belum mengenal adanya pemilahan antara forced dan voluntary prostitution. Alhasil, semua PSK yang ditangkap akan langsung diperlakukan sebagai korban," kata Reza.

Menurut dia, pembedaan itu penting dipahami karena tidak adil untuk pekerja seks yang memilih dan menikmati profesinya tidak diberi hukuman atau sanksi untuk efek jera.

"Tidak adil kalau PSK yang memilih profesinya itu, langsung diperlakukan sebagai korban. Tidak adil karena mereka menikmati profesi itu, mereka harus dipidana," ujarnya.

Sebelumnya, tim khusus dari Subdid Remaja, Wanita, dan Anak (Renakta) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya membongkar praktik prostitusi di Apartemen Kalibata City pada Kamis, 2 Agustus 2018.

Temuan itu menjadi praktik prostitusi kelima yang dibongkar kepolisian, baik dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Selatan, dan Polsek Pancoran dalam tujuh bulan terakhir.

Menurut keterangan Wadireskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary, ada lima anak-anak di bawah umur dari 32 orang yang diamankan saat penindakan pada awal bulan ini.

Tiga pekerja seks anak-anak itu masih berusia 16 tahun, dan menurut penjelasan AKBP Ade, mereka telah menjalani profesi itu selama dua tahun, tanpa ada paksaan.

Sejauh ini, pihak kepolisian masih mendalami kasus prostitusi anak-dewasa yang telah diungkap di Aparteme Kalibata City. Sementara itu, pekerja seks yang ditangkap petugas telah dititipkan ke Rumah Perlindungan/Trauma Center (RPTC) di Cipayung, Jakarta Timur untuk proses rehabilitasi. 

Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500