Ilustrasi dokumen palsu, Foto: Ist/Kriminologi.id

Malaysia Tahan Dua WNI Terlibat Sindikat Pemalsuan Dokumen

Estimasi Baca:
Rabu, 1 Ags 2018 05:05:30 WIB

Kriminologi.id - Departemen Imigrasi Malaysia menahan lima orang yang tergabung dalam sindikat Geng Ah Boy di dua tempat berbeda di Chow Kit, Malaysia. Penangkapan yang dilakukan Unit Penegakan, Inteligen dan Operasi Departemen itu, terkait dengan pemalsuan dokumen. Kelima pelaku terdiri dari tiga otak pelaku warga Malaysia dan dua pekerja warga Indonesia.

Direktur Jenderal Departemen Imigrasi, Datuk Seri Mustafar Ali mengatakan, sindikat itu diyakini telah memalsukan Surat Persetujuan Kerja, Kunjungan Kerja Sementara dan I-Kads. Para pelaku menjual dokumen tersebut dengan harga kisaran RM 30 dan RM 180, sesuai dengan paket yang ditawarkan.

“Mereka memulai bisnis tersebut sejak tiga tahun lalu dan diyakini telah menerima ratusan ribu ringgit," kata Mustafar, seperti dilansir dari new strait times, Selasa, 31 Juli 2018.

Sebagian besar pelanggannya, kata Mustafar, merupakan pelanggan tetap dari Lembah Klang, terutama di Chow Kit dan Kampung Baru, juga para pekerja dari Indonesia dan Bangladesh.

Mustafar menjelaskan, sindikat itu juga menawarkan stiker Pas Kerja Sementara dan lampiran biodata dalam paspor yang dipalsukan. Bahkan, sindikat ini menawarkan semua pelayanan pembuatan dokumen itu hanya seharga RM 180. Sindikat ini, kata Mustafar, menutupi tindak kejahatannya dengan menggunakan telepon selular dan bisnis aksesoris.

“Para tersangka wanita bekerja sebagai asisten penjualan di tempat tersebut. Mereka juga bertindak sebagai perantara untuk mencari pelanggan dokumen. (Mereka mengambil foto pelanggan) menggunakan telepon seluler dan memproses dokumen yang diperlukan di outlet," kata Mustafar.

Para tersangka ini berusia antara 25-38 tahun. Petugas akan melakukan penyelidikan terhadap kelimanya di Bagian 55 D dari Undang-undang Imigrasi untuk pemalsuan, atau perubahan dukungan atau dokumen. 

Terkait dengan jumlah pekerja ilegal di Malaysia, Mustafar mengatakan, sejak 1 Januari 2018 hingga Jumat lalu, Departemen Imigrasi setempat melakukan 8.456 operasi untuk menindak pekerja ilegal. Sebanyak 103.425 orang asing terjaring dalam operasi tersebut. Dari jumlah itu, sebanyak 25.152 pekerja ilegal dan 656 pengusaha ditangkap.

KOMENTAR
500/500