TKP Rumah Judi, Jalan Dwi Warna Gang Buntu, Kelurahan Kartini, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat (14/3/2018). Foto; M. Adam Isnan/Kriminologi.id

Markas Judi di Sawah Besar Dipagari 3 Pintu Besi Berpenjaga

Estimasi Baca:
Rabu, 14 Mar 2018 18:47:10 WIB

Kriminologi.id - Polda Metro Jaya menggerebek kegiatan perjudian di Jalan Dwi Warna, Gang C Nomor 42 A, Kelurahan Kartini, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Setiap pemain judi yang akan masuk ke lokasi judi tersebut, harus melewati tiga pintu besi yang setiap pintu besi itu diberi penjagaan.

Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya menangkap sekitar 85 pelaku perjudian. Dari 85 pelaku itu terlibat dua jenis perjudian, yaitu judi Pai Kyu dan judi koprok. 
Dari hasil penangkapan, terdapat 7 orang yang menjadi bandar judi Pai Kyu dan 2 orang yang menjadi bandar judi koprok.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono menjelaskan, kepolisian harus menindak tegas semua tindak kejahatan yang berkaitan dengan perjudian.

Baca:  Penyedia Tempat Judi di Sawah Besar Pasang Mata-mata di Setiap Gang

“Sekarang ini, Mabes polri, Polda Metro Jaya dan Polres Jakarra Pusat berhasil melakukan penangkapan terhadap pelaku perjudian Pai Kyu dan judi koprok yang dilakukan pada Senin (12/03/2018)," ujar Argo di gedung Main Hall Polda Metro Jaya pada Rabu, 14 Maret 2018.

Pelaku yang berperan sebagai penyelenggara menyewa suatu lokasi berupa rumah berbentuk seperti ruko yang dibuat sulit dijangkau kepolisian. Kegiatan perjudian tersebut dilakukan mulai dari jam 12.00 WIB hingga menjelang tengah malam.

Argo menambahkan, setiap pemain yang akan mengikuti perjudian tersebut memasang jumlah taruhan mulai dari Rp 100 ribu rupiah hingga Rp 30 juta rupiah. 

"Silahkan diperkirakan saja misalnya sekarang yang ditangkap ada sekitar 85 orang, kalikan dengan jumlah taruhan per orang misalnya 10 juta, besar sekali itu ya. Maka dari itu, akan kita kembangkan lagi berapa jumlah omzet yang pastinya," ujar Argo.

Untuk mencegah datangnya orang yang tidak dikenal, kata Argo, pihak penyelenggara mengerahkan banyak orang yang bertugas menjaga setiap gang yang berdekatan dengan markas perjudian.

"Jadi ketika para pemain hendak masuk ke lokasi perjudiannya, harus melewati tiga pintu besi, di setiap pintu besi itu ada yang jaga. Jadi, sebelum pemain masuk, akan ditanyakan dulu dari mana, bawa apa saja," imbuh Argo.

Sementara orang yang akan mengikuti perjudian itu bukan sembarang orang, melainkan harus menjadi anggota perkumpulan perjudian tersebut.

"Perjudian mereka ini memang dari kalangan terbatas ya, jadi tidak semua orang bisa langsung datang dan main. Harus jadi anggota dulu, hanya orang yang dikenal dan dipercaya. Tujuannya ya supaya bisa menghindari kemungkinan ada informasi yang bocor kepada kami, ya," kata Argo.

Baca:  Warga Taiwan Terlibat Judi di Rumah Kosong, Uang Rp 300 Juta Disita 

Seperti diberitakan sebelumnya, penggerebekan bermula pada saat tim gabungan mendapatkan laporan dari masyarakat di sekitar Jalan Dwi Warna terdapat arena perjudian yang meresahkan masyarakat. 

Tim gabungan kemudian melakukan penyelidikan dan ditemukan bahwa di tempat tersebut terdapat arena perjudian. Modus operandi yang dilakukan ialah dari pihak penyelenggara menyiapkan arena di dalam rumah yang telah dirancang dengan akses masuk ke dalam yang susah.

Dalam penggrebekan itu, polisi berhasil mengamankan seorang bandar bernama Ahay Sembiring (55) dan mengamankan sebanyak 87 pemain. AS

Reporter: Erwin Maulana
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500