Mencari Jejak Pembunuh Alexander, Pelaku tak Tunggal dan 2 TKP

Estimasi Baca :

Alexander, mahasiswa Universitas Telkom Bandung yang tewas usai jadi korban penusukan. Foto: Facebook - Kriminologi.id
Alexander, mahasiswa Universitas Telkom Bandung yang tewas usai jadi korban penusukan. Foto: Facebook
Polresta Bandung masih mencari jejak pelaku pembunuhan mahasiswa Universitas Telkom, Alexander Ramos Favour Sihombing. Dua TKP dan pelaku tidak tunggal pun jadi instrumen.

Kriminologi.id - Kasus pembunuhan terhadap mahasiswa Universitas Telkom Bandung, Jawa Barat, Alexander Ramos Favour Sihombing masih diselimuti misteri. Meski terganjal telepon seluler milik korban yang hilang, pelan tapi pasti, titik terang mulai terlihat.

Mahasiswa semester akhir jurusan teknik elektro Universitas Telkom itu, ditemukan tidak bernyawa pada Minggu, 11 Maret 2018 dini hari, di gerbang belakang kampus jalan radio, Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot.

Selain terkendala HP korban, penyidik Polres Bandung bersama tim asistensi Polda Jawa Barat juga terhambat dengan tidak adanya kamera pengawas alias CCTV yang merekam peristiwa tersebut.

Dari enam CCTV di sekitar lokasi korban ditemukan, hanya satu yang berfungsi. Sisanya tidak beroperasi alias mati sejak 6 Maret 2018, atau lima hari sebelum peristiwa penusukan terjadi.

Dari satu kamera pengawas itu juga kurang membantu penyidik mengolah tempat kejadian perkara (TKP). Sebab, TKP dalam kondisi gelap di malam hari, sehingga sepi.  

Baca Juga: Polisi Duga Alexander Mahasiswa Telkom Bandung Ditusuk di Tempat Lain

Terbentur kondisi yang sulit, tidak membuat penyidik kehilangan akal. Serangkaian saksi pun digali keterangan untuk mengungkap potongan-potongan terkait kasus pembunuhan tersebut. 

Selain itu, pendalaman terhadap beberapa barang bukti juga dilakukan pihak kepolisian. Seperti, baju dengan bercak darah, yang digunakan Alexander saat ditemukan tewas.

Nah, berdasarkan pendalaman barang bukti itulah membawa tim penyidik menemukan petunjuk. Yakni, TKP ditemukan Alexander pertama kali pada Minggu, 11 Maret 2018 dini hari itu, bukanlah lokasi pembunuhan.

Itu artinya, sebelum ditemukan di gerbang belakang kampus jalan radio, Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot, Alexander terlebih dahulu dihabisi di tempat lain. Yang tidak lain merupakan TKP kedua.

"Jadi ada dua TKP, TKP penusukan dan TKP ditemukannya korban. Untuk TKP penusukan ini kami masih menganalisa lebih mendalam," kata Kepala Biro Operasi (KBO) Reskrim Polres Bandung, Iptu Fitran saat dihubungi, Rabu, 14 Maret 2018.

Baca Juga: Pembunuh Alexander Lebih dari 1 Orang, Polisi Yakin Segera Terungkap

Selain mendalami penemuan TKP baru, ia menambahkan, pihaknya juga terus melakukan penelusuran terhadap komunikasi korban. 

"Kami terus mendalami komunikasi korban melalui data percakapan lewat bantuan provider dengan dibantu Tim Cyber Polda (Jabar) mudah-mudahan segera terungkap motif dan siapa pelakunya," katanya menegaskan.

Dari keterangan saksi juga, menuntut penyidik mengarahkan pada terduga pelaku yang tidak tunggal alias lebih dari satu orang.

"Dari analisis kami pelaku berjumlah lebih dari satu orang. Dan itu juga berdasarkan ketetangan para saksi di lokasi kejadian," kata Direktur Kriminal Umum Polda Jawa Barat, Kombes Umar Surya Fana di Mapolda Jabar, Bandung, Selasa, 13 Maret 2018.

Penyelidikan yang dilakukan kepolisian, ia menambahkan, telah berjalan maksimal hingga 80 persen. Ia bahkan optimistis berhasil mengungkap pelaku pembunuhan.

"Mudah-mudahan satu dua hari ini segera terungkap pelakunya. Tim di lapangan terus melakukan pendalaman," ujar Umar.

Baca Juga: Ungkap Kasus Kematian Mahasiswa Telkom, Polisi Terganjal HP Hilang

Dari hasil olah TKP, ia menjelaskan, motor pelaku lari sejauh 100 meter dari lokasi ditemukannya jasad Alexander. Pelaku diketahui lari ke arah motor pelaku yang jatuh berjarak 100 meter dari lokasi tewasnya korban.

Alexander ditemukan tewas tergeletak dengan luka tusuk di bagian dada pada Minggu, 11 Maret 2018 dinihari. Sesaat sebelum tewas, mahasiswa jurusan Teknik Elektro angkatan 2014 itu diketahui tengah mengendarai sepeda motor. 

Saat jasadnya ditemukan warga, korban masih mengenakan helm motor dengan posisi motor yang terjatuh.

Pihak kepolisian menyatakan, mahasiswa jurusan Teknik Elektro angkatan 2014 itu tewas karena luka tusuk di bagian dada atas sebelah kiri.

Tusukan yang mengenai tubuh korban memang mematikan karena mengenai bagian vital yaitu paru-paru. Akibat luka tusukan yang mematikan itu, korban cepat kehabisan darah hingga akhirnya meregang nyawa.

Baca Selengkapnya

Home Hard News Umum Mencari Jejak Pembunuh Alexander, Pelaku tak Tunggal dan 2 TKP

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu