Dukun pembuat emas palsu. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/kriminologi.id

Mengaku Dukun Asal Brunei, Penipu Sasar Ibu-ibu Pengunjung Mal

Estimasi Baca:
Jumat, 13 Jul 2018 08:00:42 WIB

Kriminologi.id - Tiga tersangka penipuan dengan modus mengaku sebagai dukun asal Brunei Darussalam, mengelabui korbannya dengan mengaku mampu menyembuhkan guna-guna di tubuh korban. Para pelaku menyasar ibu-ibu pengunjung mal yang membawa banyak uang dan perhiasan.

Petugas Polsek Kartoharjo, Polres Madiun Kota menangkap dua dari tiga tersangka penipuan tersebut, yang menggunakan paspor palsu untuk mengelabui korban.

"Sedangkan tersangka IS saat ini masih menjadi buron atau DPO polisi," kata Kapolsek Kartoharjo Kompol Eddy Siswanto, Kamis, 12 Juli 2018.

Eddy juga mengatakan kedua tersangka adalah TAM (38) dan AL (40) merupakan warga Banten. Pelaku menjalankan aksinya dengan memperdaya korban. Para pelaku mengaku mampu menyembuhkan guna-guna dan berbagai macam penyakit di tubuh korban. 

Korban yang saat itu bersama anaknya berada di salah satu pusat perbelanjaan di Jalan S.Parman Kota Madiun, Jawa Timur, diminta menyerahkan semua perhiasan dan HP sebagai syarat ritual pengobatan.

Korban kemudian diminta untuk membeli telur dan air mineral di toko swalayan yang ada di mal tersebut, sementara kedua tersangka berada di area lain.

Korban yang merasa janggal dengan permintaan tersangka akhirnya kembali ke area semula. Saat itu ternyata pelaku sudah kabur membawa semua barang berharga korban.

"Merasa ditipu, korban lalu melapor ke Polsek Kartoharjo. Selang tiga bulan kemudian, korban melihat pelaku beraksi di pusat perbelanjaan lain hingga akhirnya berteriak maling," kata Eddy.

Menurut Eddy, penangkapan para tersangka tersebut bermula dari teriakan korban yang mengenali para pelaku saat sedang beraksi di Plasa Madiun Rabu, 11 Juli 2018. Korban sebelumnya telah melapor ke Polsek Kartoharjo saat berkunjung ke salah satu mal di wilayah Polsek Kartoharjo pada Maret 2018.

Dari para tersangka polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, dua buah cincin emas masing-masing seberat 4,6 gram dan 5,1 gram, liontin emas seberat 2,4 gram, gelang emas seberat 24,5 gram, dan kalung emas seberat 6 gram. Kerugian korban mencapai lebih dari Rp 25 juta.

Kemudian, juga mengamankan sebuah kitab Istambul, sebuah guci kuningan berisikan batu merah delima palsu, dan dua buku paspor negara Brunai Darusalam atas nama Sultan Abdul Gani dan Abdul Malik.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman pidana pejara selama empat tahun.

Redaktur: Achmad Sakirin
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500