Penenggelaman kapal yang dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan (05/07/2018). Foto: KKP.go.id

Menteri Susi: Lautan Indonesia Paling Menakutkan Bagi Pencuri Ikan

Estimasi Baca:
Rabu, 1 Ags 2018 08:30:57 WIB

Kriminologi.id - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, sejak penenggelaman 363 kapal asing pencuri ikan, lautan Indonesia menjadi yang paling menakutkan bagi pelaku pencurian ikan di dunia.

"Alhamdulilah, Pak Kiai, setelah kita tenggelamkan 363 kapal (pencuri ikan), Indonesia sekarang dianggap sebagai lautan samudera yang paling menakutkan untuk semua pencuri ikan di dunia," kata Susi dalam kunjungannya di Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, Selasa, 31 Juli 2018.

Susi mengatakan, pada saat awal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan mengawali menenggelamkan kapal asing yang melakukan pencurian ikan di Indonesia, banyak orang di jajaran Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) merasa takut.

"Saat memulai pekerjaan penenggelaman kapal asing pencuri ikan itu, di KKP pada awalnya semua takut. Semua situasinya ngeri-ngeri. Sehingga saya bilang, kalau ada yang teror, kamu laporkan ke saya," ucap Susi.

Penenggelaman ratusan kapal asing pencuri ikan tersebut, kata Susi, terbukti mampu menjadi efek jera. Akibatnya, produksi ikan tangkap di Indonesia naik hingga dua kali lipat per tahunnya.

"Akibat dari deterrent effeck (efek jera), sekarang tidak ada lagi pencuri ikan, sehingga stok ikan di Indonesia naik dari 6,5 juta ton menjadi 12,5 juta ton (per tahun). Kalau itu dinilai satu dolar (AS) per kilogram, berarti nilainya 6 miliar dolar (AS)," ujar Susi.

Tanpa menyebut angka, Susi mengatakan dampak dari penenggelaman kapal ikan itu jumlah ekspor ikan mengalami kenaikan.

"Ekspor kita juga terus naik, pelan tapi pasti. Pak Presiden (Joko Widodo) berkomitmen untuk menjadikan laut sebagai masa depan bangsa, jadi asing tidak boleh lagi masuk di perikanan tangkap," kata Susi.

Hal tersebut, kata Susi, merupakan pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 44/2016 tentang Daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal.

"Dibuatlah Perpres Nomor 44 tahun 2016, dimana industri perikanan tangkap masuk dalam illegal fishing bagi investor asing," kata Susi menegaskan. AS

Penulis: Yenny Hardiyanti
Redaktur: Achmad Sakirin
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500