Ilustrasi Komisi Pemilihan umum Foto: Kpu.go.id

Merasa Diteror, PKPI Polisikan Komisioner KPU Hasyim Asyari

Estimasi Baca:
Senin, 16 Apr 2018 18:25:53 WIB
Komisioner KPU, Hasyim Asyari dilaporkan ke Polisi terkait pernyataannya ihwal PKPI sebagai peserta Pemilu 2019.

Kriminologi.id - Komisioner Komisi Pemilihan Umum atau KPU, Hasyim Asyari, dilaporkan pengurus Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia atau PKPI ke Polda Metro Jaya. Pelaporan tersebut terkait pernyataan rencana peninjauan kembali KPU terhadap putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

“Terlapor menyatakan kepada media massa bahwa KPU mempertimbangkan upaya peninjauan kembali dengan novum yang didapatkan," kata pengacara PKPI, Reinhard Halomoan di Jakarta, Senin, 16 April 2018. 

Reinhard melaporkan Hasyim berdasarkan Laporan Polisi Nomor: TBL/2088/IV/PMJ/Dit.Reskrimsus tertanggal 16 April 2018. Dalam laporan tersebut, Reinhard memperkarakan Hasyim dengan pencemaran nama baik melalui media elektronik.

Hal tersebut sebagaimana Pasal 27 ayat (3) juncto Pasal 45 ayat (3) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 Perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 310 dan atau Pasal 311 KUHP.

Kata Reinhard, sebagaimana diakatakan Hasyim, jika peninjauan kembali diterima oleh hakim Mahkamah Agung (MA), maka KPU akan mencoret PKPI sebagai peserta Pemilu 2019. Pernyataan Hasyim tersebut, menurut Reinhard, bisa dikatakan teror yang merugikan pengurus PKPI. Sebab, berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap PKPI.

Reinhard menilai, pernyataan Hasyim mengenai rencana pengajuan PK sebagai pendapat pribadi dan tidak mewakili sebagai komisioner KPU. Pada laporan itu, Reinhard menyertakan barang bukti berupa putusan PTUN yang meloloskan PKPI sebagai peserta Pemilu 2019.

Peraturan MA yang menyatakan putusan PTUN sengketa pemilu bersifat final, sehingga tidak bisa dibanding, kasasi maupun PK. Terakhir, screenshot pemberitaan terkait pernyataan Hasyim dari sejumlah media. 

Penulis: Tito Dirhantoro
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500