Ilustrasi penipuan. Foto: Unsplas.com

Modus Cari Sumbangan Mualaf, Ustaz Tipu Uang Jamaah untuk Liburan

Estimasi Baca:
Kamis, 12 Jul 2018 18:05:53 WIB

Kriminologi.id - Seorang ustaz berinisial MS (28), nekat melakukan penipuan dengan modus meminta sumbangan untuk membeli Alquran dan diberikan kepada mualaf atau orang yang baru masuk agama Islam. Selama enam bulan menjalankan aksinya dari masjid ke masjid, pelaku menggunakan uang itu untuk berlibur ke Bali, membayar uang liburan ke Singapore dan membayar DP kredit mobil.

Penangkapan terhadap MS berawal dari laporan warga Selasa, 10 Juli 2018, sekitar pukul 22.00 WIB, yang menginformasikan ada seorang ustaz yang menipu jamaah dakwah di Mesjid Baiturrahman dan mesjid Al-Azhar, Desa Pusong, Kota Lhokseumawe.

Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha Waruwu kepada wartawan di Lhokseumawe, Kamis, 12 Juli 2018, mengatakan laporan itu datang dari salah seorang warga yang merasa tertipu dengan ajakan menyumbang dana dengan tujuan membeli Alquran.

"Modus tersangka meminta sumbangan pada jamaah dengan tujuan akan membeli Alquran yang nantinya akan diserahkan kepada para mualaf," ucapnya.

Menurut laporan tersebut, pada Minggu, 8 Juli 2018, sekitar pukul 05.00 WIB, waktu salat Subuh, pelapor datang ke Masjid Al-Azhar, Gampong Pusong, untuk salat Subuh dan mendengarkan ceramah dari ustaz tersebut.

MS berceramah tentang bahaya permurtadan dan diakhiri dengan mengajak jemaah umat menyumbangkan dana untuk pembelian Alquran yang akan disumbangkan kepada para mualaf.

Pelapor pada, Senin, 9 Juli 2018, kemudian mengirimkan sumbangan ke nomor rekening tersangka sebesar Rp 600 ribu melalui mobile banking.

"Setelah mengirimkan uang tersebut, pelapor merasa curiga dan banyak informasi yang menyatakan bahwa uang tersebut digunakan untuk pribadi dan akhirnya membuat laporan kepada polisi," kata Budi.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengakui bahwa sudah enam bulan melakukan kegiatan ceramah sambil meminta sumbangan dari mesjid ke mesjid di berbagai daerah di Medan, Sumatera Utara, Langsa (Kota Langsa) dan Idi Rayeuk (Kabupaten Aceh Timur).

Uang tersebut menurut pelaku digunakan untuk berlibur ke Bali bersama keluarga, membayar uang liburan ke Singapore via travel dan membayar uang DP kredit mobil.

"Berdasarkan laporan itu, maka pada hari Selasa (10/7) 2018, sekira pukul 22.00 WIB, personel Polres Lhokseumawe melakukan penangkapan terhadap tersangka," kata Budi menambahkan.

Sejumlah barang bukti yang disita antara lain, satu unit mobil Innova warna hitam, satu unit mobil avanza warna putih, satu unit HP, uang Rp 9 juta, satu buah kamera, satu bundel blanko untuk para penyumbang, satu lembar ATM BRI dan beberapa buah buku hasil karangan tersangka.

"Bersama tersangka juga, awalnya diamankan enam orang lagi, akan tetapi setelah diperiksa mereka hanya sebagai pekerja dan tidak tahu menahu aliran sumbangan tersebut. Jadi yang ditahan hanya tersangka saja dan enam orang lagi dibebaskan dengan catatan wajib lapor. Semuanya warga Sumatera Utara," katanya.

Redaktur: Achmad Sakirin
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500