Sertifikat tanah. Foto: Ist/Kriminolo.ig

Ngaku Kenal Orang BPN, Pria Tipu Tetangganya Soal Pengurusan Tanah

Estimasi Baca:
Minggu, 2 Sep 2018 22:05:27 WIB

Kriminologi.id - Seorang pria berinisial EW diringkus aparat Polresta Pontianak, Kalimantan Barat. Pria berusia 45 tahun itu melakukan penipuan terhadap tetangganya dengan modus bisa mengurus pembuatan sertifikat tanah dengan mengaku punya kenalan di BPN Kubu Raya.

“EW diamankan pihak keluarga korban dan sejumlah remaja dari Ikatan Remaja Masjid Tanjung Wangi, Rasau Jaya Umum, Kabupaten Kubu Raya, Sabtu (1/9) sore,” kata Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Muhammad Husni Ramli di Pontianak, Minggu, 2 September 2018.

Muhammad Husni mengatakan, tersangka EW merupakan warga Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Tertangkapnya EW bermula ketika korban mengetahui keberadaan tersangka di Kubu dan diketahui akan pulang ke Rasau Jaya dengan menumpang kapal cepat (speedboat).

“Kemudian tersangka diamankan pihak korban di Pelabuhan Rasau Jaya dan diserahkan ke kami. Kini ia sudah ditahan di Mapolresta Pontianak,” ujarnya.

Saat diinterogasi polisi, tersangka mengakui perbuatannya dengan modus bisa mengurus sertifikat tanah, pengukuran batas tanah, balik nama sertifikat dan perubahan SKT ke sertifikat.

"Saat itu, Oktober 2017, tersangka meminta uang untuk mengurus segala administrasi sebesar Rp 12 juta kepada korban Daeng Kamarudin, pemilik tanah seluas sekitar 9.195 meter persegi tersebut," kata Husni.

Setelah korban menyerahkan uang kepada tersangka EW di Kantor Pos dan Giro Rasau Jaya pada Oktober 2017 lalu hingga saat ini, pengurusan tersebut tidak ada hasil sehingga kasus ini dilaporkan keluarga korban ke polisi. Pelapor adalah anak Daeng Kamarudin yang beberapa bulan lalu meninggal dunia. 

Setelah menerima laporan pada 22 Maret 2018 lalu, penyidik segera melakukan serangkaian penyelidikan. Menurut Husni, pihaknya membutuhkan waktu cukup panjang untuk mengungkap kasus tersebut.

“Karena tersangka EW suka berpindah-pindah tempat sehingga susah untuk diamankan dan dimintai keterangan terkait kasus tersebut,” ujarnya.

Selain itu, yang menguatkan kejahatan ini adalah dengan adanya pengakuan tersangka yang memang melakukan penipuan. Selian itu itu, bukti kuitansi pembayaran dan foto-foto saat pengukuran tanah.

"Kami juga sudah minta keterangan kepada pihak BPN Kubu Raya, dan menyatakan EW tidak ada kaitannya dengan BPN," katanya.

Tersangka EW diancam Pasal 372 dan 378 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan dengan ancaman kurungan penjara di atas lima tahun.

Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500