RS Hasan Sadikin, Bandung, Jawa Barat, Foto: Arief Pratama/Kriminologi.id

Operasi Angkat Proyektil, Korban Penembakan Tol Pasteur Lumpuh Total

Estimasi Baca:
Sabtu, 1 Sep 2018 17:00:07 WIB

Kriminologi.id - Kondisi Hani, warga Purwakarta korban penembakan orang tak dikenal di pintu Tol Pasteur, mengalami kelumpuhan pada tangan dan kaki.

Kelumpuhan itu terjadi usai Hani menjalani operasi pengangkatan proyektil peluru di RS Hasan Sadikin, Bandung.

Kepala IGD RSHS Bandung dr Doddy Tavianto menjelaskan, pascaoperasi pengangkatan proyektil peluru itu, kondisi otot tangan dan kaki Hani menurun. Bahkan, otot kakinya lumpuh.

Penilaian syarafnya itu, kata Doddy, bila kondisi manusia dalam normal maka penilaian tingkat syarafnya berada di angka 5. 

"Kalau manusia normal otot tangan dan kaki 5 nilainya, untuk Hani otot kakinya total lumpuh," kata Doddy kepada Kriminologi.id, Sabtu, 1 September 2018.

Doddy menjelaskan, otot kaki korban berada di angka 0 sedangkan otot tangan korban berada di angka 2. Sehingga, kata Doddy, kedua tangan dan kakinya tidak bisa digerakkan. 

Meski kaki dan tangan korban tidak bisa digerakkan, namun kondisi Hani tetap stabil. Untuk membantu proses pernafasan Hani, kata Doddy, pihaknya memberikan alat bantu ventilator.

Sebab, menurut Doddy, akibat penembakan yang mengenai leher bagian belakangnya, berdampak pada syaraf dan tekanan darah korban.

"Karena leher belakang yang kena itu menjadikan syaraf dan tekanan darahnya menjadi tidak teratur," kata Doddy.

https://cdn.kriminologi.id/news_picture_thumb/ruang-perawatan-korban-penembakan-di-1535785205.jpg

Kondisi korban pascaoperasi ini, kata Doddy, jelas berbeda ketika korban dirujuk dari RS Dustira TNI Cimahi ke RS Hasan Sadikin, Bandung. Saat proses rujukan itu, Hani masih bisa berkomunikasi.

"Saat masuk RSHS jam 12.40 Jumat siang, masih bisa komunikasi dan bicara sesekali," kata Doddy.

Sebelumnya diberitakan, Hani, wanita korban penembakan orang tak dikenal menjalani operasi pengangkatan proyektil yang menembus lehernya di RS Hasan Sadikin Bandung, Jawa Barat. Operasi pengangkatan proyektil di leher itu berlangsung selama lima jam. 

Peluru tersebut menembus leher Hani usai mobil yang ia tumpangi melintas beberapa meter dari Pintu Tol Pasteur, Jumat, 31 Agustus 2018 malam. Saat itu, posisi Hani duduk di baris kedua bangku penumpang paling kiri.   

Kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Hasan Sadikin Bandung, Doddy Tavianto mengatakan korban penembakan koboi di jalan tol Pasteur itu menjalani operasi pada Sabtu, 1 September 2018 pukul 04.00 WIB.

Hani masuk ke ruang IGD RS Hasan Sadikin Bandung dalam keadaan normal. Ia masih bisa melakukan komunikasi walaupun sedikit terkendala dan kesehatannya pun stabil. 

Usai dilakukan penanganan operasi, Hani dipindahkan ke ruang ICU bedah saraf dengan kondisi menggunakan alat bantu pernafasan.

Reporter: Arief Pratama
Penulis: Yenny Hardiyanti
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500