Mobil korban penembakan di jalan Pasteur kota Bandung. Foto: Arief Pratama/Kriminologi.id

Pastikan Jenis Senpi, Polisi Kirim Proyektil Peluru ke Puslabfor Polri

Estimasi Baca:
Senin, 3 Sep 2018 15:35:18 WIB

Kriminologi.id - Kejadian penembakan orang tak dikenal di jalan Dr Djundjunan (Pasteur) Kota Bandung, terus didalami Satreskrim Polrestabes Bandung.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara menyebutkan, peluru atau proyektil ditemukan di lokasi hanya satu buah.

"Ada satu buah proyektil yang ditemukan," kata Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP M Yoris Maulana, Senin, 3 September 2018.

Ia menjelaskan, peluru pecah di sandaran bantal head rest kursi penumpang sebelah kanan atau tepat di belakang sopir.

"Peluru pecah, sehingga korban kena pecahan proyektil di leher belakang. Dengan dua luka yang kesemuanya berada di leher belakang," ujar Maulana.

Selain melakukan olah TKP di lokasi kejadian, dan pengumpulan barang bukti, Satreskrim Polrestabes Bandung juga tengah berkordinasi dengan Puslabfor Mabes Polri, terkait proyektil peluru.

Ia menambahkan, hasil puslabfor nantinya bisa memastikan jenis senjata dan ukuran dari kaliber peluru tersebut. "Kita tunggu hasil labfor untuk menentukan jenis senjata, dan ukuran peluru," kata Maulana.

Saat ditanya tentang jenis senjata apa yang digunakan pelaku, ia mengaku masih didalami. "Masih didalami, nanti setelah hasil labfor keluar bisa dijelaskan," ujarnya.

Ia enggan berspekulasi atas jenis senjata dan pelurunya.

"Kita lakukan penyelidikan dulu, nanti akan kita jelaskan setelah terungkap. Terlebih setelah hasil puslabfor keluar, bisa kita jelaskan senjata dan jenisnya," kata Maulana.

Dari hasil pendalaman Kriminologi.id terhadap kendaraan Avanza warna silver dengan nopol B 1963 PZY, memperlihatkan peluru berasal dari belakang mobil.

Peluru menembus kaca sebelah kanan belakang dan terkena kursi nomor dua di belakang kemudi atau sopir.

Posisi korban Hani saat kejadian duduk di kursi belakang nomor dua, dekat pintu sebelah kanan bagian belakang.

Di kursi nomor dua tersebut, duduk tiga orang perempuan, salah satunya Hani, yang berada di sisi kanan.

Pada bagian depan, yang mengemudikan kendaraan Avanza tersebut bernama Salim. Sementara dikursi samping kemudi duduk rekan Salim, yakni Mahmudi.

Kondisi kaca mobil avanza warna silver tersebut, pecah keseluruhan. Saat kejadian, jok kursi paling belakang atau bagian ketiga dilipat saliam, sang pemilik mobil.

Reporter: Arief Pratama
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500