Ilustrasi pemerasan/Kriminologi.id

Pedagang Cemilan Korban Pemerasan Polisi Sudah Lama Tidak Jualan

Estimasi Baca:
Jumat, 3 Ags 2018 18:25:56 WIB

Kriminologi.id - Baindro alias Indra (27) yang menjadi korban pemerasan dua anggota kepolisian dikenal sebagai pedagang makanan ringan atau snack. Namun Indra sudah beberapa waktu tak lagi membuka toko snacknya yang berada di sebuah ruko di Kampung Babakan RT 06 RW 03, Babelan, Bekasi, Jawa Barat.

"Terakhir buka toko snack dan makanan ringan itu lebaran. Ke sini-sini tutup dan enggak pernah buka lagi," kata tetangg Indra, Abi saat ebrtemu Kriminologi.id di lokasi, Jumat, 3 Agustus 2018.

Abi tidak mengetahui persis alasan Indra yang tinggal bersama dengan anak dan istrinya tidak pernah membuka toko snacknya.

"Kalau soal itu enggak tahu karena orangnya tertutup. Dia jarang ngobrol juga sama tetangga sebelahnya, jadi kurang tahu kenapa enggak buka lagi," kata Abi.

Soal kasus Indra, Abi mengaku tidak tahu. Namun dalam satu bulan belakangan ini diakui Abi ada anggota Polisi yang beberapa kali mendatangi toko snack Indra.

"Udah 3 kali ada yang nyari Indra, tapi saya juga enggak tahu tinggal dimana ya. Semua yang nyari polisi, ada yang pakean preman, ada yang dari Polsek juga,"katanya.

Adanya polisi yang datang ke toko Indra membuat Abi penasaran, dirinya sempat menanyakan namun polisi tidak memberitahui apa yang terjadi.

"Saya tahunya dari mas setelah datang kesini kalau dia ada masalah, kemarin-kemarim saya gak tau tau masalahnya apa, taunya polisi pada datang aja,"katanya.

Polda Metro Jaya sebelumnya menangkap empat orang pelaku pemerasan yang dua diantaranya adalah anggota kepolisian aktif.  Pelaku adalah anggota Polri bernama Singgih Permana dan Ahmad Ghazali dan dua warga sipil Pakih Ahmad, dan Karmo. 

Keempat pelaku memeras korban dan memaksa mentransfer uang Rp 12, 5juta ke rekening pelaku.  Keempat pelaku kemudian ditangkap kepolisian di daerah Tambun pada 1 Agustus 2018. RZ

Reporter: Rahmat Kurnia
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500