Lokasi pembunuhan Bonar alias Kate di Kampung Tengah Kramat Jati, Jakarta Timur. Foto: Rahmat Kurnia/Kriminologi.id

Pelaku Pembunuhan Bonar Ajak Dua Anak Kandung Habisi Korban

Estimasi Baca:
Kamis, 9 Ags 2018 14:15:45 WIB

Kriminologi.id - Kematian Bonar alias Kate (28) di tangan Slamet Riyadi ditengarai karena dendam antara keduanya. Slamet mengajak dua anak kandungnya yang bernama Priya dan Budi untuk melakukan pembunuhan itu. 

Peristiwa pengeroyokan itu dikatakan Amit (41), kakak Bonar, saat ditemu Kriminologi.id di rumahnya di Jalan Taiman Ujung, Kelurahan Tengah, Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis, 9 Juli 2018.

"Jadi yang ikut ngeroyok adek saya itu si Slamet sama dua anaknya yang namanya Priya sama Budi. Satu lagi namanya Agus juga ikut ngeroyok, cuman saya ga kenal sama Agus," katanya pada Kriminologi.id.

Para pelaku, kata Amit, membabi buta menghabisi Bonar dengan senjata tajam. Sekujur tubuh korban pun terdapat bekas luka akibat penganiayaan itu.

"Saat itu ade saya sempat lari tapi perut ade sayang langsung diembat (dibacok). Ade saya jatoh trus kakinya dicocol sama celurit," kata Amit.

Dari empat orang yang terlibat pembacokan, Amit mengatakan dua orang berhasil diamankan pihak kepolisian, di antaranya Slamet Riyadi dan Agus. Sedangkan dua anak Slamet yang juga pelaku pembacokan bernama Pria dan Budi masih dalam pengejaran polisi.

"Slamet langsung ditangkep di TKP. Kalo Agus ditangkep di rumahnya," kata Amit.

Amit mengaku sudah mengikhlaskan kepergian adiknya itu. Dia pun berharap pihak kepolisian bisa secepatnya menangkap dua pelaku yang menghabisi adiknya itu.

"Kita berharap ama polisi aja. Semoga bisa cepet ketangkep," tuturnya.

Sebelumnya, Bonar ditemukan tewas dengan luka bacok di rumahnya sendiri di Jalan Remaja II, Kampung Tengah, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu, 8 Agustus 2018 pukul 01.30 WIB. 

Pelaku pembunuhan Bonar yaitu tetangganya sendiri yang bernama Slamet Riyadi. Pembunuhan dilatarbelakangi masalah dendam. Namun belum diketahui permasalahan yang membuat peristiwa itu terjadi. AS

Reporter: Walda Marison
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500