Gedung Polresta Bogor Kota. Foto: Adryan Novandian/Kriminologi.id

Pelaku Sodomi Berontak Sebelum Loncat dari Lantai Tiga Polresta Bogor

Estimasi Baca:
Jumat, 7 Sep 2018 14:45:37 WIB

Kriminologi.id - Seorang pria berinisal SF (41) tewas setelah loncat dari lantai 3 gedung Mapolresta Bogor, Selasa, 4 September 2018 malam. SF merupakan tersangka pencabulan terhadap remaja pria berusia 15 tahun.

Kasat Reskrim Polresta Bogor, Kompol Anggah Sanjaya menjelaskan, SF awalnya diamuk massa karena diduga melakukan pencabulan. Polisi kemudian mengamankan SF ke Mapolresta Bogor.

"Tersangka ditangkap massa karena dianggap menyodomi remaja berumur 15 tahun. Kemudian kami mengamankannya menuju Mapolresta Bogor," ujar Anggah di Bogor, Jumat, 7 September 2018.

Usai menjalani pemeriksaan di ruang Reserse Kriminal Polresta Bogor, SF kemudian digelandang ke ruang penyidik yang berada di lantai tiga dengan tangan diborgol ke belakang.

Tapi, karena wajahnya lebam dan lecet setelah diamuk massa, petugas lain kemudian membawanya ke ruang klinik terlebih dahulu untuk mengobati luka yang dialami SF.

"Pada saat awal tiba di ruangan, wajahnya kelihatan lemas, kemudian tiba-tiba berontak dan berteriak dengan keras," ujar dia.

Anggah mengungkapkan, setelah berontak dan berteriak dengan keras, tiba-tiba SF berlari ke ujung gedung lantai 3 Reserse Kriminal. Aksi pelaku nyaris tak bisa dicegah petugas yang ada.

"Pas mau dikejar, petugas klinik bilang kalau tersangka sudah kabur ke arah ujung gedung Reskrim. Pas nyampe ujung (pinggiran) gedung ternyata dia lompat," tutur Anggah.

Anggah menjelaskan, ketika petugas Reskrim turun ke lantai dasar, mereka mendapati tubuh SF dalam kondisi mengenaskan. SF tewas dengan kepala mengucur darah.

"Tersangka kemudian dilarikan ke RS Bhayangkara. Setelah dokter di sana menyatakan tersangka masih hidup, kami bawa ke RSUD. Sesampainya di IGD sana, dokter menyatakan SF sudah meninggal," tambah Anggah.

Anggah mengatakan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengetahui motif SF nekat bunuh diri. Apalagi saat diserahkan polisi, SF dalam kondisi hidup.

"Saya sendiri belum tahu penyebab pastinya apa, yang pasti akan kami selidiki. Pihak keluarga juga pasti akan menanyakan kejadian ini, tetap akan kami dalami," ujar Anggah.

Reporter: Erwin Maulana
Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500