Ilustrasi garis polisi, Foto: Kriminologi.id

Pembunuhan Sales di Semarang, Pelaku Sakit Hati Tak Diberi Rokok

Estimasi Baca:
Jumat, 31 Ags 2018 16:05:51 WIB

Kriminologi.id - Aparat Polrestabes Semarang, Jawa Tengah mengungkap kasus pembunuhan yang menimpa seorang sales atau tenaga pemasaran pakan ternak Kasim Riyadi (40), di Jalan Raya Purwosari, Kota Semarang. Pelaku yang bernama Robby nekat menusuk korban karena tak diberi rokok oleh korban.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji di Semarang, mengatakan pembunuhan Kasim dilatarbelakangi sakit hati pelaku terhadap korban.

"Berdasarkan pengakuan tersangka Robby, dia tega menusuk korban hingga tewas karena sakit hati tidak diberi rokok oleh korban," kata Abiyoso saat gelar perkara di Semarang, Jumat, 31 Agustus 2018.

Abiyoso mengatakan, Robby memperoleh pisau yang digunakan untuk menusuk korban dari sebuah warung pecel yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

Saat itu, Robby sempat diusir oleh korban setelah sempat mengobrol dengan korban karena diduga melakukan pemalakan dengan meminta rokok.

“Mendapat perlakuan tersebut, tersangka Robby merasa sakit hati dan mengambil pisau di warung, kemudian saat korban tertidur, tersangka mendatanginya lagi dan langsung menusukkan pisau," ujarnya.

Kepada pihak kepolisian, Robby mengaku, korban sempat memberikan perlawanan sehingga Robby kembali menusukkan pisau di bagian pundak korban. Mengetahui korban tidak tak berdaya akibat luka tusukan, tersangka kemudian mengambil dua telepon seluler serta dompet korban yang berisi uang Rp 97 ribu.

"Tersangka dapat kami bekuk di Terminal Terboyo Semarang saat hendak melarikan diri ke luar kota," ujar Abiyoso.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 365 Ayat (1) dan Ayat (3) KUHP tentang Pembunuhan dan Pencurian Dengan Kekerasan dengan ancaman hukuman kurungan 15 tahun penjara.

Diberitakan sebelumnya, Kasim Riyadi, salesman pakan ternak ditemukan tewas di pinggir jalan Raya Purwosari, Kota Semarang, Rabu, 29 Agustus 2018 pagi. Mayat Kasim penuh luka tusuk di bagian dada dan perut. 

Polisi juga menemukan barang bukti senjata tajam di dekat korban yang diduga milik pelaku. Diduga pisau itu merupakan alat yang digunakan pelaku untuk menusuk korban.

Redaktur: Achmad Sakirin
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500