Sopir taksi ditemukan tewas dengan luka jeratan di leher. Foto: Ist/Kriminologi.id

Pembunuhan Sopir Taksi Express, Polisi Temukan Struk Pembayaran

Estimasi Baca:
Kamis, 2 Ags 2018 12:00:56 WIB

Kriminologi.id - Polisi mendapatkan petunjuk baru dalam mengungkap kematian sopir taksi Express, R Bernhard Indra Jaya (57) yang dibunuh diduga oleh penumpangnya sendiri. Petunjuk baru tersebut adalah sebuah struk argo taksi diduga milik pelaku.

"Kita akan dalami bukti itu ya. Diduga memang milik pelaku," kata Kapolsek Cisoka, AKP Ukha Subekti kepada Kriminologi.id, Kamis, 2 Agustus 2018.

Ukha menjelaskan, struk pembayaran tersebut merinci dengan lengkap jadwal, tujuan penumpang, serta jumlah pembayaran.

"Struk pembayaran taksi tertulis tanggal 30 Juli (2018), dari jam 03.45 - 05.56 WIB. Struk pembayaran itu tertulis Rp 392.200 dari Slipi sampai Cibugel, Cisoka (Kabupaten Tangerang, Banten)," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Bernhard Indrajaya ditemukan tewas di pinggir jalan tepatnya di semak-semak areal persawahan dengan kondisi terlentang di Kampung Cirengit, Desa Pasirmuncang, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten.

Jasad pria korban pembunuhan itu pertama kali ditemukan oleh dua orang warga sekitar bernama Arisno (59) dan Wahir (42). 

Berdasarkan penyelidikan sementara, pelaku perampokan disertai pembunuhan yang menimpa korban diduga berjumlah tiga orang. Dalam menjalankan aksinya, para pelaku berpura-pura menjadi penumpang taksi tersebut.

Dugaan tersebut muncul setelah polisi berkoordinasi dengan perusahaan taksi Express.

Perusahaan taksi berwarna putih itu menyebut sehari sebelum ditemukan tewas, korban diketahui sempat membawa penumpang dari kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat menuju kawasan Tangerang, Banten.

Menurut Ukha Subakti, pembunuhan terhadap korban dilakukan saat berada dalam perjalanan. Korban dijerat menggunakan tali sepatu.

Hal tersebut diketahui setelah polisi melakukan olah tempat kejadian perkara yang menyatakan menemukan tali sepatu di dekat jasad korban. MG

RZ

Reporter: Rizky Adytia
Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500