Suasana rumah mertua Soeharto alias Alex di Komplek Departemen Sosial (Depsos) Bekasi Timur, Kota Bekasi. Foto: Rahmat Kurnia/Kriminologi.id

Pembunuhan Sopir Taksi Online, Alex Mantan Pegawai Tergiur Bonus Besar

Estimasi Baca:
Kamis, 2 Ags 2018 16:00:07 WIB

Kriminologi.id - Sopir taksi online Grab yang ditemukan tewas di semak-semak daerah Sumedang, Jawa Barat, bernama Soeharto alias Alex alias Anto ternyata mantan pegawai PT LG Electronics Indonesia yang tergiur penghasilan besar dari taksi online. 

Pria berusia 31 tahun tersebut memutuskan keluar dari kantor lamanya dan beralih profesi sebagai sopir taksi online karena pertimbangan bonus besar di banding gajinya sebagai karyawan PT LG.  

“Dia sudah jadi karyawan namun karena mungkin ya gajinya kurang besar, dia (Alex) keluar dan memilih ngegrab. Kata (Alex) dari segi penghasilan bagusan ngegrab,” kata Indrawan, mertua Alex kepada Kriminologi.id saat ditemui di Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis, 2 Agustus 2018.

Indrawan, menjelaskan korban merupakan sosok pria bertanggung jawab pada keluarga. Bahkan keputusan keluar dari perusahaan LG dan bergabung menjadi pengemudi Grab untuk mencukupi kebutuhan rumah tangganya. 

Semula mantunya mendaftarkan mobil Datsun putih miliknya sejak 2016. Selang beberapa lama, akunnya dibekukan oleh pihak Grab. Namun, Indrawan tak mengetahui pasti kapan tepatnya pembekuan akun Alex oleh pihak Grab. 

“Katanya sering dipinjemin akunnya ke orang, makanya dibekukan, gak tau kapan dibekukannya,” katanya.

Sejak dibekukan, Alex tetap narik meminjam akun Kamil, temannya beserta mobil Daihatsu Xenia. Sementara mobil Datsun milik korban di parkir alias tidak lagi beroperasi.

Ketika kembali menjadi sopir taksi online, pada Senin, 30 Juli 2018 sekitar pukul 15.00 WIB Alex mendapat order di daerah Stasiun Cakung menuju Subang, Jawa Barat, dengan besaran tarif Rp 800 ribu.

Tak diketahui berapa jumlah penumpang yang ada di dalam mobil tersebut. Sekitar pukul 18.16 WIB Alex memberi kabar kepada Kamil jika dirinya dalam bahaya.

Alex kemudian membagikan lokasi keberadaannya melalui aplikasi pesan singkat. Diketahuilah, Alex berada di Pamanukan, Sumedang, Jawa Barat.

“Dia sempat share lokasi, tapi udah rame itu di Facebook, sempet juga dikasih kabar jam 20.30 WIB, tapi habis itu gak ada kabar lagi. Kabar terakhir meninggal,” katanya.

“Saya berharap kejadian kaya gini hanya di keluarga saya saja. Jangan sampai ke keluarga lainnya kena juga. Pelaku dihukum sesuai aturan yang berlaku. Terakhir dapat kabar kalau jejak pelaku ada di Indramayu, semoga bisa tertangkap.” TD

Reporter: Rahmat Kurnia
Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500