Suasana rumah mertua Soeharto alias Alex di Komplek Departemen Sosial (Depsos) Bekasi Timur, Kota Bekasi. Foto: Rahmat Kurnia/Kriminologi.id

Pembunuhan Sopir Taksi Online Alex, Pelaku Mengaku Tanpa Perencanaan

Estimasi Baca:
Rabu, 8 Ags 2018 12:55:08 WIB

Kriminologi.id - Dua pelaku pembunuhan terhadap sopir taksi online Suharto alias Alex, mengakui ikut menganiaya korban karena diancam oleh salah satu pelaku yang masih buron. Para pelaku tersebut mengaku melakukan perampokan dan pembunuhan itu tanpa melalui perencanaan.

"Pengakuannya ada tekanan, jika tidak menganiaya Alex," kata Kapolres Sumedang, AKBP Hartoyo, Rabu, 8 Agustus 2018.

Salah satu pelaku berinisial R, mengakui memegang badan korban dan memukul kepalanya sebanyak dua kali.

Namun berdasarkan pengakuan R, perampokan disertai pembunuhan tersebut dilakukan secara spontan. Dia mengaku tak ada niat atau perencanaan terlebih dahulu.

"Pengakuannya spontan, ga ada perencanaan. Namun kami masih terus dalami. Termasuk pengakuan R yang diancam dibunuh oleh T yang kini masih buron," kata Hartoyo.

Hartoyo menduga, para pelaku perampokan dan pembunuhan tersebut merupakan pemain baru.

"Kami duga seperti itu, tapi masih terus kami dalami," ujar Hartoyo.

Dalam menyelidiki kasus tersebut, Hartoyo menngungkapkan, pihaknya mendapatkan peran masing-masing pelaku dalam kasus tersebut.

"Para pelaku punya peran masing-masing, di mana satu pelaku mencekik leher Alex, serdangkan dua lainnya memegang serta memukuli tubuh korban sampai tewas," kata Hartoyo.

Setelah korban dipastikan tewas, para pelaku lalu membawa korban ke Sumedang untuk membuang jasadnya di Kebun Perhutani, Jalan Buahdua-Sanca, Blok Cinambo, Desa Gendereh, Kecamatan Buahdua.

"Setelah membuang jasad Alex, pelaku membawa barang berharga termasuk kendaraan roda empat milik korban," kata Hartoyo.

Dari hasil pengungkapan kasus tersebut, menurut Hartoyo, dua pelaku dengan inisial L dan R  diamankan di Indramayu.

Kedua pelaku tersebut ditangkap tim gabungan Satresrkrim Polres Sumedang dan Ditreskrimum Polda Jabar setelah hampir lima hari melarikan diri. 

"Kedua pelaku warga Indramayu, kami amankan Senin malam kemarin," kata Hartoyo. 

Kedua tersangka yang berhasil diamankan ini, dijerat dengan pasal berlapis tentang pembunuhan berencana.

“Pasal 338 tentang pembunuhan berencana Jo pasal 365 ayat 2 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dan pasal 170 KUHPidana tentang Penganiayaan. Ancamannya hukuman mati," paparnya.

Suharto alias Alex ditemukan tewas di lahan Perhutani, Jalan Buahdua Sanca Blok Perhutani, Blok Cinambo, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu, 1 Juli 2018. 

Saat ditemukan, korban mengenakan kaos warna putih hitam bertuliskan Senior High School Bani Taowa Bekasi. Korban mengenakan bawahan celana jeans hitam. 

Menurut keterangan dari para saksi, Alex bukanlah mitra dari taksi daring Grab Car. Korban meminjam akun rekannya untuk menjalankan usaha Grab Car. Selain meminjam akun temannya, Alex juga meminjam mobil tersebut dari tetangganya. AS

Reporter: Arief Pratama
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500