Dok. Gedung KPK Jakarta. Foto: kpk.go.id

Pemeriksaan Ketua PN Medan dan Hakim di Kejati Sumut Hingga 12 Jam

Estimasi Baca:
Rabu, 29 Ags 2018 08:00:58 WIB

Kriminologi.id - Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa Ketua Pengadilan Negeri Medan, Marsudin Nainggolan di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Selasa, 28 Agustus 2018 hingga12 jam.

Pemeriksaan terhadap sembilan orang yang terkena operasi tangkap tangan atau OTT KPK ini dimulai pukul 09.30 hingga 21.30 WIB

Pemeriksaan selama setengah hari itu tidak hanya pada Ketua PN Medan semata, melainkan bersama lima anak buahnya, terdiri dari tiga hakim dan dua panitera. 

Selain itu, ikut juga dalam pemeriksaan tiga pengusaha yang juga dimintai keterangan di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara. 

Kasi Penkum Kejati Sumut Sumanggar Siagian membenarkan pemeriksaan terhadap orang pertama di Pengadilan Negeri (PN) Medan, hakim, panitera, dan pihak swasta.

Mereka yang dimintai keterangan itu, menurut dia, Ketua PN Medan berinisial MN, tiga hakim berinisial WPW, SM, dan MP, dua panitera Tidak Pidana Korupsi (Tipikor) PN Medan berinisial EF dan OS, dan tiga orang swasta.

"Jadi, ada sembilan orang yang diperiksa oleh KPK," kata Sumanggar

Ia menyebutkan Kejati Sumut telah berkoordinasi dengan pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memfasilitasi pemeriksaan tersebut.

"Pihak penyidik KPK melakukan pemeriksaan sejak pukul 09.30 WIB hingga pukul 21.30 WIB di Lantai III gedung institusi hukum tersebut," kata juru bicara Kejati Sumut itu.

Sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan dan berhasil mengamankan ketua, tiga hakim, dan dua panitera Pengadilan Negeri Medan, Selasa, 28 Agustus 2018.

Humas PN Medan Erintuah Damanik membenarkan bahwa sejumlah anggota KPK membawa beberapa hakim dan panitera. OTT itu, menurut dia, bermula hasil temuan petugas KPK dari ruangan kerja salah seorang hakim PN Medan berinisial SM.

"Anggota KPK tersebut kemudian melakukan penyegelan di ruangan kerja oknum hakim PN Medan itu," ujarnya.

Erintuah belum dapat menjelaskan mengenai kasus yang menimpa oknum hakim dan panitera tersebut karena dibawa langsung oleh KPK.

"Para hakim dan panitera itu dibawa petugas KPK untuk dimintai keterangan oleh tim penyidik tersebut," katanya.

Redaktur: Syahrul Munir
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500