Pemilik Rumah Judi Sawah Besar Telah Wafat, Warga Tak Ada yang Kenal

Estimasi Baca :

TKP Rumah Judi, Jalan Dwi Warna Gang Buntu, Kelurahan Kartini, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat (14/3/2018). Foto; M. Adam Isnan/Kriminologi.id - Kriminologi.id
TKP Rumah Judi, Jalan Dwi Warna Gang Buntu, Kelurahan Kartini, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat (14/3/2018). Foto; M. Adam Isnan/Kriminologi.id

Kriminologi.id - Sebuah rumah kosong yang berada di Jalan Dwi Warna, Gang Buntu RT 15 RW 9, Kelurahan Kartini, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat diketahui menjadi tempat perjudian. Saat dilakukan penggerebekan pada Senin malam, 12 Maret 2018, sebanyak 87 pejudi diamankan, termasuk beberapa diantaranya warga negara Taiwan.

Kriminologi melakukan penelusuran di kawasan yang dikenal padat pemukiman penduduk itu. Rumah kosong tersebut berada di urutan kedua dari arah masuknya gang buntu di barisan kiri yang menghadap ke arah utara.

Yeni, salah satu warga yang tinggal di sekitar rumah yang dijadikan sarang perjudian itu mengatakan kalau pemilik rumah kosong yang menjadi tempat judi itu telah lama meninggal. Akan tetapi ia tidak tahu siapa nama pemilik rumah itu.

"Pemilik sudah lama mati. Enggak tahu orang mana. Ya, saya denger-denger saja dari warga sini. Yang punya juga enggak jelas sekarang siapa," kata Yeni ketika ditemui Kriminologi di rumahnya, Rabu, 14 Maret 2018.

Baca: Warga Taiwan Terlibat Judi di Rumah Kosong, Uang Rp 300 Juta Disita

Pelaku judi yang ditangkap di rumah kosong di Sawah Besar

Kesaksian lain diutarakan Oong, seorang warga yang juga tinggal di sekitar rumah judi itu mengatakan ia tidak mengetahui secara pasti tentang aktivitas judi di rumah kosong itu.

"Saya kurang tahu juga, tapi yang saya tahu dia itu judinya berpindah-pindah tempat, kadang di sini, kadang juga di tempat lain," ujarnya.

Baca: Penyedia Tempat Judi di Sawah Besar Pasang Mata-mata di Setiap Gang

Sebelumnya, Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Roma Hutajulu sebelumnya menuturkan bahwa penggrebekan tersebut bermula pada saat tim gabungan mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa di sekitar Jalan Dwi Warna terdapat arena perjudian yang meresahkan masyarakat. 

"Sehingga tim gabungan melakukan penyelidikan dan ditemukan bahwa di tempat tersebut terdapat arena perjudian dengan jenis permainan Pai Qiu atau Qiu Qiu," kata Roma kemarin.

Roma menambahkan, modus operandi yang dilakukan pihak penyelenggara judi adalah menyiapkan arena di dalam rumah yang telah dirancang dengan akses masuk yang sulit dan berlapis.

"Hanya orang-orang tertentu yang bisa masuk, serta memasang mata-mata di setiap jalan atau gang masuk ke arena," ujarnya.

Setelah itu, kata Roma, kemudian para pemain yang telah masuk, lalu memasang taruhan sesuai dengan ketentuan di arena tersebut. 

Tonton: Video Penggerebekan Tempat Judi di Sawah Besar, Polisi Ciduk 87 Orang

Menurutnya, kemenangan ataupun kekalahan judi ditentukan oleh sang Bandar, termasuk pembagian uang kemenangan dan kekalahan. 

"Jumlah nominal setiap sekali pemasangan berkisar Rp 100 ribu hingga Rp 2 juta. Omset di arena tersebut mencapai ratusan juta rupiah," ucapnya.

Lebih lanjut Roma mengatakan, dalam penggerebekan itu, polisi berhasil mengamankan seorang bandar bernama Ahay Sembiring (55) dan mengamankan sebanyak 87 pemain.

"Yang terdiri dari warga negara Taiwan dan sebagiannya lagi warga negara Indonesia," ucapnya.

Dari penggrebekan tersebut, barang bukti yang berhasil diamankan antara lain berupa satu meja permainan Pai Qiu atau Qiu Qiu, tiga set kartu domino, dua set kartu remi, uang tunai sejumlah Rp. 158.600.000, serta empat unit kalkulator.

Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal tindak pidana Perjudian yang sebagaimana diatur dalam Pasal 303 KUHP. RZ

Baca Selengkapnya

Home Hard News Umum Pemilik Rumah Judi Sawah Besar Telah Wafat, Warga Tak Ada yang Kenal

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu