Ilustrasi penganiayaan di Kalimantan Barat, Ilustrasi: Pixabay

Pemilik Warung Kopi Polisikan Pelanggannya, Aniaya Hingga Jari Putus

Estimasi Baca:
Kamis, 2 Ags 2018 22:15:38 WIB

Kriminologi.id - Pemilik warung kopi di Perumahan Reni Jaya, Pamulang, Tangerang Selatan Agus Kusnanto (35) menjadi korban penganiayaan yang dilakukan pelanggannya lantaran dituding menyebarkan informasi negatif.

Penganiayaan Agus dipicu karena tuduhan telah menyebarkan gosip kalau pelanggannya itu pemakai sekaligus pengedar narkoba.

Adalah Dinda Sovian (36), warga perumahan sekaligus pelanggan kopi di warung milik Agus yang menjadi pelaku penganiayaan. Sovian menganiaya Agus hingga salah satu jarinya patah.

"Pelaku ini memukuli korban hingga salah satu jari korban patah," ucap Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Alexander Yurikho kepada KriminologI.id, Kamis, 2 Agustus 2018.

Penganiayaan ini, kata Alexander, bermula saat Sovian mendengar gosip di warga perumahan kalau dirinya sebagai pemakai sekaligus pengedar.

Sovian menuding gosip itu keluar dari mulut Agus, pemilik warung kopi yang menjadi tempat nongkrong warga. 

Lantaran tak terima dengan gosip itu, Sovian menyatroni kediaman korban di Jalan Ketapang, Pamulang Barat, Tangerang Selatan. Dinda langsung menegur tuan rumah. 

Pemilik warung kopi itu menampik tudingan pelangganya. Keduanya pun sempat beradu mulut yang berujung bentrok fisik. Sovian memukul Agus hingga terkapar. 

Usai menganiaya korban, pelaku pergi meninggalkan begitu saja. Tak terima dianiaya, korban melaporkan ke polisi setempat.

Berbekal laporan, polisi bergerak cepat menangkap pelaku di kediamannya Perumahan Reni Jaya, Pamulang, Tangerang Selatan.

Saat pemeriksaan, pelaku mengaku jengkel dituding korban sebagai pemakai sekaligus pengedar narkoba.

"Pelaku ini kesal sama korban, pengakuannya pelaku ini tidak pernah menggunakan narkoba tapi justru disebut sebagai pemakai," kata Alex.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, polisi menjerat pelaku dengan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. Pelaku kini telah mendekam di penjara. YH

Reporter: Rizky Adytia
Penulis: Yenny Hardiyanti
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500